oleh

STAND UP COMEDY D’LAKON 2021

Ketika membahas kata lawak atau lawakan maka pikiran kita langsung mengarah sesuatu yang lucu atau menggelikan. Lawakan terbagi menjadi 2 bagian yaitu lawakan tunggal atau grup yang terdiri dari duo trio dan seterusnya. Di dunia hiburan segmen komedi lima tahun terakhir ini disalah satu televisi swasta muncul genre baru yaitu lawakan tunggal alias Stand Up Comedy.

Lantas apa sih stand up comedy itu? Yaitu lawakan tunggal atau komedy tunggal yang membawakan lawakannya diatas panggung seorang diri, biasanya didepan pemirsa langsung dengan cara bermonolog mengenai sesuatu topik. Orang yang melakukan kegiatan ini disebut pelawak tunggal (comic) atau komika. Secara harfiah berarti “komedi berdiri”. Dan stand up comedy termasuk komunikasi interpersonal. Biasanya sebelum tampil seseorang komika akan melakukan sharing materi apakah materinya lucu atau tidak dengan komika lainnya dan hal ini di stand up comedy disebut Combud dan combud ini masuk dalam komunikasi interpersonal. Di kota Banyuwangi sendiri keberadaan komika masih bisa dihitung dengan jari, kurang lebih 4-5 tahun lalu di salah satu cafe di jalan Brawijaya menjadi tempat open mic atau tempat berkumpul nya komunitas dari komika itu sendiri.

IMG-20211213-WA0050

Setelah itu memasuki tahun 2021 juga belum ada suatu kegiatan karena di samping pengaruh pendemi melanda Indonesia juga gerakan komunitas ini belum juga tampak di permukaan dunia hiburan khusus nya stand up comedy. Dan salah satu tempat nongkrong yang representatif di pusat kota Banyuwangi yaitu Waroeng D’Lakon berkolaborasi dengan Peppy Potio Center (health food & beverage) ingin memberikan kesempatan kepada para talenta baru khusus nya komika Banyuwangi untuk berkompetisi melalui lomba stand up comedy yang digelar tepat di tanggal cantik 12 -12-2021.

Akhirnya setelah audisi dilakukan muncul 7 nama komika pilihan yang perform di salah satu pentas di area belakang Waroeng D’Lakon. Minggu sore, 12 Desember 2021 dimulailah acara yang ditunggu tunggu tersebut. Peserta berasal dari berbagai kota di wilayah Banyuwangi, mulai kec. Kalipuro, kec. Srono, Genteng bahkan ada peserta yang berasal dari kota Jember. Mereka tampil layak nya komika yang biasa kita saksikan dilayar TV swasta. Mereka membawakan bahan lawakan dengan lancar diselingi joke joke segar sebagian peserta.

Setelah semua peserta tampil maka yang ditunggu tunggu akhirnya tiba, yaitu dipilihnya juara 1 , 2 dan 3 terbaik. Sebelum itu disela sela acara tampil grup akustik Hero’z untuk menghibur para tamu yang hadir di samping para suporter dari komika itu sendiri.Dalam acara tersebut disalah satu sesi ada satu moment berbagi yaitu apresiasi untuk seniman sepuh (gaek) Banyuwangi bernama pak Untung(seniman angklung) yang sebagian hidupnya dicurahkan untuk kemajuan seni budaya Banyuwangi namun luput dari radar pemerintah untuk sekedar membantu perekonomiannya.

IMG-20211213-WA0052

Keseharian dari pak Untung yang tinggal dijalan ikan lele ini bekerja sebagai tukang sampah di kampungnya. Salut untuk pak Untung untuk terus berkarya untuk kemajuan seni di Banyuwangi. Akhirnya pengumuman pemenang lomba stand up comedy dibacakan oleh juri yang 2 orang juri yang hadir yaitu bung Aguk dan ibu Yeni Puspa Juwita. Acara ini semakin meriah dengan hadirnya bintang tamu komedian Juned cs on the stage.Keriuhan mulai terasa saat kang Juned mulai menuju pentas acara. Dengan jargon ADYA TA? para tamu tampak terpingkal-pingkal ketika sosok lucu ini mulai berbicara dengan logat khasnya dan juga hadir Kang Ustadik, Kang Ja’i dan kang Dullah kompak membawakan lawakan khas mereka yang aslinya berasal dari desa Kalng Kabut.

Dan disore itu memang jadi hari yang spesial untuk waroeng D’Lakon karena kedatangan sosok ternama dedengkot Ikawangi se Dunia kang Dayat Osing ikut memeriahkan acara stand up comedy ini. Setelah juri berdiskusi untuk menentukan juara stand up comedy ini muncul nama juara 1 yaitu Gilang asal kota Genteng ,juara 2 Nuris dan juara 3 atas nama Riski asal Srono. Ditempat terpisah kami sempat berbincang dengan ketua panitia stand up comedy, Leo Prada yang mengatakan bahwa maksud dan tujuan diadakan audisi mencari komika asal Banyuwangi adalah untuk menumbuhkan lagi minat open mic yaitu lawakan tunggal yang telah lama vakum di Banyuwangi sambil mencari bibit atau talenta untuk bisa menggali potensi diri melalui genre komedi, stand up comedy.

Disamping itu Leo berharap setelah setelah kompetisi ini selesai tetap ada follow up atau tindak lanjut agar terbentuk komunitas baru alias embrio komika komika handal lokal Banyuwangi agar bisa berkesinambungan dan tentunya bisa bersaing dengan kota lain dikancah lebih tinggi.  Leo ingin waroeng D’Lakon bisa menjadi tempat kegiatan open mic atau sarana diskusi bagi pecinta Stand Up Comedy istilahnya bisa kopi darat dari akademi stand up comedy yang digelar di waroeng D’Lakon .Ada satu lagi sosok di balik sukses nya acara ini yaitu owner *Peppy Potio* Dimas Rahmadinata Syafa’at berharap kedepannya akan ada lagi kompetisi sejenis yang lebih besar dan dasyat dan tentu saja mengundang salah satu komika ternama ibu kota untuk hadir acara next stand up comedy D’Lakon Banyuwangi. Dan terakhir mas Dimas mengucapkan banyak terimakasih kepada sponsor yang sudah mensupport acara ini sampai tuntas dan sukses, diantaranya PT. BUMI SUKSESINDO, copper & Gold, Dealer HONDA BANYUWANGI MOTOR , CV. JATI AGUNG, INDOLAGA CELLULAR, TOKO BUSANA BU AGUS GLAGAH, MARKING PRINTING, KOPI KAHYANGAN GOMBENGSARI,NSC BANYUWANGI, SISALE, BINETWORK MEDIA BANYUWANGI… Dan tak lupa semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu guna mendukung pelaksanaan acara lomba dari awal hingga akhir.

Info next stand up comedy

Leo Prada
081249962400
Dimas
085236638248

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *