oleh

Tasyakuran “Waroeng Kemarang” Dihibur dengan Seni Tari Tradisional

Team penilai dari Propinsi Jawa timur yang turun langsung di Waroeng Kemarang Jalan Kali bendo KM 5 desa Tamansuruh Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi, akhirnya menetapkan Waroeng Kemarang, Sebagai peraih nominasi kategori Restoran Non Bintang dalam ajang East Java Tourism Award (EJTA) 2021. Waroeng Kemarang mendapat Penghargaan berbentuk piagam, piala dan uang sebesar Rp 6 juta yang diberikan langsung oleh Gubernur Jawa timur Khofifah Indar Parawansa pada tanggal 10 Desember 2021 di Hotel Grand Mercure Malang.

Wowok Meirianto selaku owner Waroeng Kemarang mengatakan dalam sambutannya di acara Syukuran Pemenang Terbaik Restoran Non Bintang East Java Tourism Award 2021 digelar di Rumah Adat Waroeng Kemarang Rabo (22/12/2021).

20211222_172514

“Saya sangat tidak setuju kalau ada pihak yang mengatakan bahwa Penghargaan yang Waroeng Kemarang terima adalah hasil beli, kami mendapatkan penghargaan ini adalah hasil kerja keras Kami, Ibu Ririt dan seluruh crew Waroeng Kemarang selama berbulan-bulan. Setelah Saya melengkapi semua administrasi yang diminta oleh Tim dewan juri, kemudian tim terjun dan mengadakan penilaian dan wawancara dengan divisi dapur, bar, resepsionis,  divisi sarana prasarana,  dan kasir yang akhirnya tim dewan juri menetapkan Waroeng Kemarang masuk sebagai pemenang dan berhak menerima Penghargaan East Java Tourism Award 2021 tingkat Propinsi Jawa timur, “katanya.

Sambung Wowok “Penghargaan yang saya terima ini adalah juga sebagai bentuk kemenangan bagi seluruh crew Waroeng Kemarang karena tanpa campur tangan Ibu Ririt dan seluruh divisi yang ada, tak kan mungkin penghargaan ini saya terima,” cetusnya.

Wowok juga menanbahkan
Sehubungan dengan ini, saya dan ibu Ririt menggelar bentuk syukuran pada hari ini dan memberikan apresiasi kepada divisi yang rajin dan paling loyal terhadap Waroeng Kemarang diantaranya ibu Ririt memberikan kepada :
1.Yuni devisi Kasir
2.Yuli devisi Pelayanan
3.Sri Soto devisi Dapur
4.Wahyudi devisi Bar
5.Harnadi devisi Fasilitas

Acara Do’a dibawakan oleh Sanusi Marhaedi dan disambung potong tumpeng oleh Wowok Meirianto dibantu Ririt, potongan tumpeng diberikan kepada Kepala Desa Tamansuruh, Plt Bakesbangpol Kabupaten Banyuwangi, Jaini yang mewakili Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bayuwangi, dan perwakilan dari Travel Tourism.

20211222_170815

Acara dilanjutkan dengan hiburan yang menampilkan tarian Jejer Gandrung Kembang Menur yang dibawakan oleh Siswi SMK Negeri 1 Banyuwangi. Acara sambutan dilanjutkan oleh Teguh Eko Rahadi, SAB selaku Kepala Desa Tamansuruh, dalam sambutannya mengatakan : “Tahun 2021 adalah awal kebangkitan desa Tamansuruh, desa ini memiliki SDM dan dianugerahi kesuburan namun sudah bertahun-tahun tidur. Sekarang di tahun 2021 mulai bangkit dari tidur panjangnya dan terbukti desa Tamansuruh telah mendapat penghargaan dari Pemerintah pusat sebagai 10 besar desa cantik (desa dengan catatan statistik) terbaik nasional 2021, dan juga Waroeng Kemarang mendapat penghargaan sebagai Pemenang terbaik Restoran non bintang East Java Tourism Award 2021 se Jawa timur  ” katanya.

Sambutan berikutnya dari Dinas Pariwisata yang diwakili oleh Jaeni, dalam sambutannya mengatakan  “Dinas Pariwisata akan selalu mensuport kegiatan kegiatan masyarakat yang berkaitan dengan kebudayaan, karena tugas pokok dinas Pariwisata adalah memelihara dan mengayomi sanggar sanggar serta mempertahankan budaya Banyuwangi, ” ucapnya.

Plt Kesbangpol Kabupaten Banyuwangi Moh. Lutfi juga memberikan sambutan yang sangat singkat yakni  “Untuk kedepannya, kegiatan- kegiatan semacam ini akan diadakan di lapangan-lapangan dan tidak lagi diadakan di gedung’gedung. Dan desa Tamansuruh akan saya prioritaskan untuk mengawali kegiatan yang dilaksanakan Bakesbangpol, dan perlu saya informasikan nanti pada tanggal 29 Desember 2021 akan diselenggarakan festival desa Kebangsaan di Desa Patoman kecamatan Rogojampi, “kata Lutfi mantan camat kota ini.

20211222_183554

Sebagai Puncak acara adalah, penampilan seni Kuntulan Laras wangi pimpinan Sajidi dilanjutkan dengan penampilan dari Cucu dan Cicit Cicitnya mbah buyut Semi (Penari Gandrung Perempuan pertama) yang membawakan sebuah lagu heroik yang berjudul Umbul-umbul Blambangan. Semua undangan berdiri dengan mengepalkan tangan, mereka menyanyi bersama dengan penuh penghayatan, Luar biasaaa. Terakhir dengan ramah tamah dengan makan malam bersama sambil menikmati hiburan musik. (Hariyanto)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *