Waroeng Kemarang yang berada di KM 5 desa Tamansuruh Kecamatan Glagah kabupaten Banyuwangi-Jatim, menggelar acara “Ngebangi umah Gandrung” (melaunching Rumah Gandrung) Jumat, (07/01/2027) dengan diawali arak arakan kesenian Barong.
Acara Ngebangi umah Gandrung ini dihadiri para Budayawan, para awak media dan tampak hadir pula Teguh Eko Rahadi, S.AB selaku Kepala desa Tamansuruh yang menyempatkan diri menghadiri launching ini. Kegiatan ini terselenggara dengan menerapkan protokol kesehatan dikarenakan masih berlakunya peraturan pemerintah.

“Kita ingin sebetulnya acara ini dibuka secara besar besaran, namun adanya peraturan dan situasi wabah Covid-19 yang belum reda, maka acara kita rubah, ” ujar Wowok Meirianto selaku owner Waroeng Kemarang.
Aekanu Hariyono salah satu pemerhati kemajuan pariwisata Banyuwangi mengatakan “Saya berkeinginan kiranya para wisatawan khususnya para wisatawan nasional tidak sulit dalam mencari kuliner halal, selain itu ia berharap para pengusaha kuliner bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat lingkungan sehingga bisa membantu meningkatkan perekonomiannya dan
Waroeng Kemarang menurut saya telah menjawab ini semua, ” bebernya.

Kepala Desa Tamansuruh menyambut baik dengan adanya Rumah Gandrung di desanya, selain akan menambah kunjungan wisatawan ke desanya, juga akan menambah ramai suasana tempat yang selama ini dijadikan sebagai perlintasan menuju wisata ke gunung Ijen.
Masih Kades Teguh “Banyuwangi mendapat dua julukan yaitu Sebagai kota pisang, tetapi sekarang kalah dengan kota lain karena tidak adanya keseriusan dari pihak pelaku untuk melestarikan. Juga sebagai kota Gandrung, semoga falsafah yang melekat di kata Gandrung akan selalu lestari khususnya di kalangan generasi muda Banyuwangi, ” cetusnya.

Wowok menambahkan “Setiap pencapaian dari apa yang kita lakukan, akan dirayakan. Seperti misalnya hari ini, Saya merayakan selesainya bangunan Rumah gandrung yang telah saya bangun, ” ucapnya.

Acara Ngebangi Rumah Gandrung dilanjutkan dengan pemotongan Tumpeng Serakat dan dilanjutkan dengan pembacaan do’a oleh Sanusi Marhaedi selaku sesepuh adat Osing. (Hariyanto)


Komentar