oleh

Tentang Paralayang di Kalibaru, Ini Menurut Mereka

Diklat Paralayang ke-XX tahun 2022 yang diadakan oleh Pangkalan Udara TNI AU (Lanud) Abdulrachman Saleh Malang, yang digelar sejak tanggal 11 Januari 2022 lalu sampai 12 Februari 2022 dilaksanakan di bukit Waung, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang.

Kegiatan pelatihan olahraga dirgantara tersebut diikuti oleh sekitar 13 peserta putra-putri dari berbagai daerah di Jawa Timur seperti Surabaya, Lamongan, Magetan, Banyuwangi dan dari kota Malang sendiri. Salah satu peserta dari Banyuwangi, tepatnya dari Desa Kalibaruwetan Kecamatan Kalibaru, Nuril Laroibafih, mengungkapkan alasannya untuk mengikuti diklat. Selain ingin menekuni olahraga yang membutuhkan nyali tinggi ini dirinya juga mengaku ingin desanya yang beberapa waktu lalu telah diresmikan venue paralayang, benar-benar memiliki atlit sendiri.

“Saya ingin menjadi atlit paralayang Mas. Apalagi desa Kalibaruwetan sudah memiliki venue sendiri, ”ungkapnya ketika di temui di sela-sela latihannya di Pantai Modangan Malang.

IMG-20220119-WA0002

Sementara itu, Letda (purn) Sugeng Santoso, pelatih kepala mengatakan tujuan dari diklat ini adalah mencari bibit muda berbakat untuk regenerasi atlit paralayang di Jawa Timur. Oleh karena itu dirinya berharap atlit-atlit yang dibina ini menjadi atlit muda berprestasi, baik ditingkat Nasional maupun Internasional.
Ketika ditanya tentang venue di Kalibaruwetan, Papi panggilan akrabnya mengatakan bahwa venue tersebut sangat prospektif sekali. Menurutnya Kalibaruwetan memiliki akses transportasi yang strategis yaitu berada dijalur jalan raya Surabaya-Bali.

“Akses transportasinya mudah baik menggunakan bis, kereta atau mobil pribadi. Wisatawan akan mudah menuju Kalibaruwetan, sehingga wisata ini nanti akan berpengaruh pada perekonomian masyarakat sekitar, ” pungkasnya.

Senada dengan Sugeng, Kopda Andik Prasetyo salah satu instruktur mengatakan hal yang sama. Putra asli Blambangan yang sekarang bertugas di Lanud Abdulrahcman Saleh ini mengatakan bahwa diklat paralayang bertujuan untuk mencari generasi muda berbakat di bidang olahraga dirgantara. Dirinya ingin, dari Banyuwangi lahir atlit-atlit paralayang yang bisa membawa nama harum Banyuwangi baik di tingkat nasional maupun Internasional.

Lebih lanjut Andik mengatakan, ketika di Banyuwangi sudah ada venue sendiri diharapkan bibit-bibit muda paralayang lahir dari sini.

“Kalau yang muda, jenjang karir untuk berprestasi sangat terbuka dan waktunya panjang, ”ungkapnya. Andik juga berharap dengan terbentuknya FASIDA Banyuwangi bisa menjadi tonggak berdirinya olahraga dirgantara di ujung timur pulau Jawa ini.

“Semoga FASIDA Banyuwangi bisa segera melahirkan atlit-atlit muda khususnya paralayang. Apalagi Banyuwangi sendiri sudah punya tempat di Gunung Menyan (Kalibaruwetan), ”harapnya. (Abe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *