Panitia PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) tahun 2022 SMA NU Gombengsari menggelar Edukasi dan Pelatihan Coffe Schooling untuk pelajar SMP/MTS se Kecamatan Kalipuro. Acara ini terselebggara di Pondok Sonjo’ Silayur SMA NU Gombengsari, Selasa (22/02/2022) Jalan Sumberwaru Kelurahan Gombengsari Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi.
Abdurrahman selaku Ketua Pokdarwis (Kelompok sadar wisata) Gombengsari mengatakan “Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Pelajar SMA NU Gombengsari ini karena mereka mengajarkan kepada anak-anak pelajar SMP/MTS dan mengenalkan tentang proses pengolahan kopi secara tradisional dan secara modern, sehingga mereka diharapkan kelak bisa hidup mandiri setelah lulus sekolah dengan membuka usaha warung atau caffe, ” cetusnya.

Kopi adalah merupakan salah satu komoditi agro industri, dan Indonesia adalah merupakan salah satu negara di dunia nomor 4 penghasil kopi. Untuk Gombengsari sendiri adalah penghasil biji kopi terbesar di Jawa Timur dengan luas tanah 800 ha tanaman kopi rakyat.
Astorik selaku Camat Kalipuro mengatakan dalam sambutannya “Program Coffe Schooling yang diadakan oleh SMA NU Gombengsari sangatlah bagus dan merupakan satu satu Sekolah di Indonesia yang mengajarkan tentang program ini, karena edukasi sendiri adalah juga merupakan destinasi wisata, ” katanya.
Abdul Majid Hamzah selaku kepala Kelurahan Gombengsari yang baru menjabat 3 bulanan mengatakan “Saya sangat mendukung sekali kegiatan pelatihan Coffe Schooling karena Gombengsari sangat potensi dengan memiliki 800 ha perkebunan kopi rakyat dari 1.065 ha luas kebun kopi yang ada di Jawa Timur. Harapan saya, semoga Gombengsari lebih dikenal dengan penghasil biji kopi terbaik di indonesia maupun dunia, ” harapnya.

Menambahi pendapat Kepala Kelurahan, Dedi Dasilva selaku Pengurus Yayasan pendidikan Islam dan sosial mengatakan “Kelak nantinya apabila ada tamu datang ke Gombengsari menanyakan tentang kopi, maka semua masyarakat akan bisa menjelaskannya secara detail karena mereka semua telah dididik dan diberi pengetahuan tentang Proses pembudidayaan sampai penyuguhan kopi Gombengsari yang nikmat, ” tambahnya.
Acara ini dihadiri Camat Kalipuro, Kepala Kelurahan Gombengsari, Ketua KOPAT Banyuwangi beserta pengurus dan anggota juga dihadiri media online dan cetak.
Wowok Meirianto selaku ketua KOPAT (Komunitas Osing Pelestari Adat Tradisi) mengatakan “Sangat disayangkan sekali apabila hasil biji kopi Gombengsari semuanya harus di export ke luar negeri, saya berharap Biji kopi Gombengsari di olah sendiri dan setelah menjadi barang jadi baru kita export dengan harapan ada tambahan nilai plus, ” katanya.

Pembatasan sosial yang di terapkan di Indonesia selama pandemi covid 19, memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat khususnya masyarakat Gombengsari, untuk merespon situasi ini sangat tepat Program pelatihan Pengolahan kopi mulai dari memilih biji kopi, menyangrai dengan cara tradisional dan modern, menyeduh hingga menjadi secangkir kopi yang nikmat.
Peserta pelatihan yang terdiri dari para siswa SMP/MTS diharapkan memiliki pengetahuan yang luas tentang kopi, sehingga diharapkan Program ini bisa diperluas lagi dengan melakukan kerja sama dengan pihak pihak lain dan diharapkan dapat melakukan program kemanusiaan yang berfokus pada pemberian bantuan edukasi kepada masyarakat yang terdampak ekonomi selama pandemi covid-19.
Pelatihan ini tidak hanya berupa penyampaian informasi secara lisan, namun peserta pelatihan dipersilahkan untuk praktik dan merasakan kopi hasil racikan nya sendiri secara langsung. Melalui pelatihan ini peserta diberikan pengetahuan dasar kopi, potensi usaha kopi, dan keterampilan meracik kopi dengan alat sederhana dan terjangkau tapi bernilai jual tinggi. Menurut Budi (salah satu guru pendamping peserta pelatihan dari SMPN 3 Kalipuro) mengatakan “Pelatihan yang diadakan ini sangat bagus karena dapat memberikan ilmu mengenai kopi mulai dari jenis, penanganan biji, cara pemasakan sampai cara menyeduhnya ” katanya.
Budi menambahkan “Peserta diuntungkan tentang inovasi kopi, pengetahuan tentang macam macam / jenis tanaman kopi dan pengolahannya serta siswa bisa membedakan rasa kopi dari jenis tertentu, “tambahnya.
Acara ini juga dihibur oleh penampilan GGC (Glotakan Group Colaburasi) asuhan Kent Ali Gombeng. Melalui pelatihan ini diharapkan dapat memberikan bekal yang cukup kepada siswa SMP/MTS se Kecamatan Kalipuro untuk memiliki keterampilan yang bisa di jual baik sebagai pegawai maupun menjadi wirausaha baru di bidang kopi.
(Hariyanto)


Komentar