Pendidikan Kader Penggerak Nahdhatul Ulama yang ke XVII dilaksanakan selama 3 hari(25-27 Februari 2022).
Denpasar sebagai tuan rumah penyelenggara acara PKPNU se- Bali,menggandeng MI Karakter Mutiara Bunda tepatnya di Banjar Pitik Pemogan Denpasar Selatan.
Dipilihnya tempat tersebut sebagai basecamp pendidikan ,bukan tanpa alasan,lokasi yang cukup strategis dan representatif serta akomodasi cukup memadai. MI yang memiliki gedung kelas dan aula baru tersebut dilengkapi fasilitas full ac, mck, dapur juga lapangan olah raga dan kebun aneka tanaman bunga dan buah.

Ketua Panitia PKPNU Ustazd Zainul ( ketua takmir mushola Al -Ikhlas Pesanggaran, Densel) yang merupakan alumni peserta PKPNU angkatan Ke -XIII menjelaskan alasan dipilihnya tempat tersebut demi untuk kelancaran, kenyamanan dan memudahkan semua fihak yang terlibat diacara tersebut baik panitianya, instrukturnya, pesertanya.
Selain acara materi didalam kelas,juga ada materi diluar kelas berupa observasi lapangan, identifikasi masalah dibeberapa wilayah,tentang NU dan bertemu tokoh masyarakat setempat.Diikuti peserta yang dibagi jadi 5 kelompok (tugas lapangan yang hasilnya dipresentasikan dikelas).
Jadwal acara dimulai dengan registrasi,pembukaan,orientasi pelaksanaan dan materi. Dihadiri oleh jajaran pengurus PC NU Denpasar, MWC NU Denpasar, Instruktur, acara pembukaan berjalan dengan lancar. Instruktur yang memberikan materi adalah instruktur Nasional asal Banyuwangi KH. Abdillah As ‘Ad LC (Pengasuh Ponpes Al Ashar Muncar), Gus Rifqi dari ponpes kalipuro Banyuwangi, Gus Rizki dari Jembrana,dan Ketua Ansor Buleleng. Semua peserta merupakan utusan dari daerah ( Jembrana, Badung, Denpasar, Gianyar, Karang Asem).

Ada juga utusan kusus MWC NU Mengwi yang mengirimkan 10 pesertanya.
Menurut ketua MWC NU Mengwi,H. Moh Sugeng, PKPNU wajib hukumnya bagi pengurus di Mengwi. Secara organisasi, pengurus harus tahu latar belakang ke NU an, sehingga bisa menambah wawasan dan hikmadnya bagi pergerakan NU.
Dalam materinya instruktur menekankan bahwa kesabaran, keikhlasan dan ketekunan menyangkut umat/warga nadliyin dimana saja, kader NU harus aktif dan proaktif berperan dimasyarakat sesuai jiwa nasionalis yang telah ditanamkan oleh the founder NU KH. Hasyim Ashari. Inshaa Allah yang berjuang jihad demi umat ikut para ulama selamat dunia akhirat.
Dihari ketiga saat penutupan dilakukan pembaitan masal oleh KH. Abdilah Asy’ad kepada seluruh peserta yang menerima ijazah dan bendera NU untuk mengamalkan ilmunya dimasyarakat.
Kepala Sekolah Karater Mutiara Bunda Sri Utami, S.Pd. yang juga pengurus YMI Wilayah Bali, mengucapkan terimakasih pada panitia atas kerjasamanya dan memberi pesan positif bagi semua peserta bersemangat berjuang bagi umat.
Acara berakhir tepat pukul 01.00 WITA (28-02-2022) diikuti semua peserta, instruktur dan semua alumni PKPNU, foto bersama dan pulang ketempat asal masing-masing. Acara PKPNU bulan depan bertempat dikabupaten Gianyar.
Dari Denpasar Bali Ambarwati Soenarko.


Komentar