Salah satu lembaga yang konsisten peduli pada pelestarian Bahasa lokal Banyuwangi, Sengker Kuwung Blambangan (SKB), kembali menunjukkan konsisten dan komitmennya pada Bahasa Using dengan meluncurkan Buku Kembang Ronce 2021 sekaligus pengumuman pemenang menulis Cerpen Bahasa Using 2022. Yang spesial kali ini juga syukuran Rumah Gebyok dengan nama *UMAH Temungkul*.
Rumah Temungkul nantinya bisa dimanfaatkan untuk kajian, perpustakaan maupun gesah. Temungkul, secara arti bahasa berarti menundukkan kepala. Struktur pintu rumah Using bertipe *tikel balung* yang menurut Aan didapatkan di Temenggungan tersebut, memiliki ukuran tinggi pada umumnya orang dewasa. Tetapi terdapat ke khas-an bentuk ukir ditengah pintu tersebut yang menjulang ke bawah. Sehingga setiap orang yang lewat secara otomatis akan temungkul atau menundukkan kepala saat masuk ruang tamu. Secara arti filosofinya, bagaimana setiap orang yang akan masuk ke dalam rumah, selayaknya menghormati orang yang ada di dalam rumah dengan cara menundukkan kepala.
Ketua SKB Antariksawan Jusuf yang tinggal di Pamulang Tangerang dan pengurus Ikawangi Jakarta itu menyampaikan bahwasannya lembaganya ini merupakan amanah seniman budayawan senior seperti Hasan Ali dan Andang CY. Fungsi pokok SKB bagaimana nguri-nguri bahasa Adiluhung peninggalan leluhur wong Banyuwangi, yakni bahasa using.
“Ya harus sabar dan ikhlas penuh semangat sebagaimana pejuang Blambangan, ” tutur Pimred Blambangan.com yang pernah jadi wartawan BBC, Republika dan TVone ini.
Antariksawan yang kerap dipanggil Aan menjadi salah satu tokoh penting suksesnya Banyuwangi meraih award tourism di Madrid Spanyol.
Ditambahkan oleh Sejawatnya teman sekolah kala di SMPP, Hani Z.Noor bahwasannya dengan swadaya tiap tahun mesti terbitkan buku seni budaya termasuk yang berlatar belakang sejarah.Tiap lima tahun ada saja talenta kader seperti Nur Hariri dan Neng Holip. Neng Holip yang sering juara dan kini dipercaya menjadi juri Kembang Ronce 2022 menuturkan,
Kegiatan SKB selain bisa bersilaturahmi dengan orang Banyuwangi se dunia juga memantapkan hati membumikan bahasa Using di bumi Blambangan.
“Mung selama pagebluk, ngenes peserta soko pelajar menurun drastis. Padahal mereka masa depan peradaban kita. Maka memang perlu dinas pendidikan dan disbudpar serta Dinas Perpustakaan daerah bisa bergandeng tangan, “tutur Neng Holip yang juga penulis beberapa buku ini jelang mengumumkan pemenang lomba cerpen using.
Acara yang dihadiri pula oleh maestro lukis S.Yadi K, maestro Keris KRT Ilham Triadi, Joko Purwo, Kent Ali dari KOPAT, Taufik RB, Abdullah Fauzi, Titin Fatimah Cagar Budaya, Budi Setiono, Urip Limartono, Nidom Kopi Jukung dan Aguk Darsono.
Lewat telepon Ketua Dewan Kesenian Blambangan (DKB) Kang Hasan Basri turut bersyukur dan gembira akhirnya Antariksawan Jusuf bisa mudik dan punya rumah budaya di tanah kelahiran di kawasan Sukowidi.
” Energi sinergi positif untuk pengembangan bahasa yang mempunyai nilai dan pesan moral tinggi, “katanya.
Di acara gesah tersebut suguhan khas Banyuwangi menjadi kian bawa nuansa Banyuwangenan. Mulai kuliner rujak soto, semanggi, polo pendem, kopi dan jenang abang putih pada Minggu (19/6/2022) yang cerah tersebut.
Berkesempatan pula Ketua MGMP Bahasa Using SMP, Yeti Chotimah, S.Pd, M.Art, menyampaikan perkembangan di Banyuwangi saat negara punya visi *Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah serta Kuasai Bahasa Asing* maka Bupati Banyuwangi mendorong bahasa daerah dapat didekatkan pada generasi mulai PAUD hingga perguruan tinggi di Banyuwangi sesuai kearifan lokal. Banyuwangi dengan multikulturnya berkembang pula bahasa ibu yakni Jawa dan Madura.
“Maka arahnya tidak meng-usingkan Banyuwangi tapi bagaimana ragam potensi seni, budaya, sejarah, adat Istiadat dan wisata Banyuwangi dikenal dengan benar oleh peserta didik, ” kata guru SMPN 3 Rogojampi ini yang telah terbitkan buku novel bahasa using duet dengan Anang Hasnan Singodimayan berjudul warung Bathokan.
Yeti menambahkan, untuk memotivasi gebyar pelestarian bahasa Using di Banyuwangi, akan digelar talkshow sebanyak lima kali. Talkshow pertama akan diawali dengan narasumber Bupati Banyuwangi dan Bappeda, kemudian melibatkan dinas pendidikan, komite dan Dewan pendidikan, MKKS SMP, MGMP Bahasa Using serta Dewan Kesenian Blambangan maupun Ormas/LSM/Media yang kiprahnya nyata untuk pembudayaan.
Ditambahkan oleh Pengawas SD/MI Nani Asiany, M.Pd.
“Pelajaran mulok bahasa Using mengutamakan bagaimana guru yang mengampu dan pelajar senang terlibih dahulu dan menghargai dialek tiap wilayah serta personil guru yang siap jadi relawan untuk mengajar Bahasa Using dari berbagai latar belakang mata pelajaran dan suku leluhurnya, ” tukas Bhayangkari yang rutin menulis esay using di majalah bulanan Keboendha yang diniati jadi buku sebagai kado Harjaba.
“Hun terima teka lan dungone, isun bunga nong acara literasi ambi ngebangi Umah Temungkul iki..Gusti Allah kabeh hang bales, ” pungkas tuan rumah Kang Aan Bin Jusuf yang kelahiran belakang SDN Lateng Banyuwangi.(Aguk)


Komentar