Menyongsong Pemilu serentak 2024 bertempat di aula Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Banyuwangi pendidikan politik diberikan kepada Sahabat Diffabel dalam kegiatan sosialisasi Peran Partisipatif Diffabel Sabtu, (24/09/2022).
Bawaslu mengundang langsung perwakilan dari beberapa organisasi diffabel dan unsur Pendidikan Luar biasa antara lain dari Taliwangi (Komunitas Tuli Banyuwangi), Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI), Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Disable Motor Indonesia (DMI), Persatuan Difabel Banyuwangi (Difawangi), Aura Lentera Banyuwangi, Gotong Royong dan Forum Peduli Disabilitas Banyuwangi.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Bawaslu Banyuwangi, Hamim, SHi mengajak organisasi diffabel turut aktif memeriksa data anggotanya dalam DPT.
“Organisasi mengecek apakah anggotanya ada di DPT, kemudian setelah ada di DPT ada tanda disabilitas. Tolong bersama-sama kita cek, kita kawal,” ujar Hamim.
Ini sebagai tantangan untuk penyelenggara, setelah ada di DPT dan tanda disabilitas, apakah KPU bisa menyediakan fasilitas yang akses yang merupakan hal dasar kita sebagai pemilih,” imbuh Hamim.

“Yang ke tiga adalah tantangan pemenuhan hak dan fasilitas untuk diffabel, apakah sudah terpenuhi,” pungkas Hamim mengingat hingga pemilu terakhir masih terjadi kerancuan distribusi alat bantu untuk diffabel seperti template braille dan lainnya.
Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan antarlembaga Bawaslu Banyuwangi, Adrianus Yansen Pale menyampaikan bahwa sosialisasi bagi penyandang disabilitas secara khusus diatur dalam pasal 5 UU nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu dan juga merujuk Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas. Dalam paparannya Bung Ansel, panggilan akrab Adrianus Yansen Pale menyelipkan satu pertanyaan penting kepada peserta.
“Apa ekspektasi panjenengan dalam pemilu 2024?” Lontarnya.
Pertanyaan ini sekaligus mengukur animo kelompok diffabel dalam perhelatan pemilu serta menjaring usulan yang akan menjadi rekomendasi kepada KPU Banyuwangi.
“Silahkan sampaikan apa yang sahabat diffabel inginkan, kita akan menjadikan diskusi hari ini sebagai masukan kepada KPU,” ujar Bung Ansel.
Lebih jauh, Bung Ansel mengingatkan pentingnya partisipasi kelompok diffabel dalam pemilu.
“Dalam data yang kami koordinasikan dengan Dinsos, ada kurang lebih 5.238 pemilih diffabel yang terverifikasi,” Ansel menambahkan ada kurang lebih 8ribuan data yang sudah masuk untuk pemilih diffabel.
“Sahabat diffabel juga bisa berkontribusi baik sebagai pemilih aktif, turut pengawasan maupun membantu dalam penyelenggara seperti yang sudah diatur dalam undang-undang,” ujar Ansel.
Ansel juga mengingatkan agar Sahabat Diffabel proaktif, sehingga stigma dan stereotip masyarakat yang menempatkan kelompok diffabel sebagai warga kelas dua dalam perpolitikan dapat berubah.
Sosialisasi ini menjadi penting sebagai sarana berbagi informasi terkait teknis kepemiluan dan pengawasan hak penyandang disabilitas di pemilu serentak 2024. Harapannya melalui kegiatan sosialisasi dapat mendorong angka partisipasi pemilih disabilitas dalam menggunakan hak suaranya pada pemilu serentak 2024.
Di hadapan peserta penyandang disabilitas yang hadir, ketua Bawaslu menyampaikan sejumlah informasi terkait pemilu khususnya tugas dan Bawaslu di bidang pengawasan.
“Sosialisasi terkait disabilitas selama ini masih kurang, pertemuan ini merupakan pintu awal bagi Bawaslu mendekatkan diri kepada pemilih disabilitas. Dari acara ini diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang kepemiluan, khususnya perihal pengawasan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas yang berkaitan dengan fungsi pengawasan partisipatif,” ungkap Indah Tukiman sang moderator acara ini saat di wawancarai wartawan jurnalnews.
Beliau juga mengajak para penyandang disabilitas untuk responsif dengan melaporkan dan menghindari segala bentuk pelanggaran dan money politic yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu. Lebih lanjut Bawaslu berencana untuk membentuk forum-forum warga di beberapa daerah yang bertujuan untuk membangun partisipasi warga dalam mengawasi money politic, politisi SARA, berita HOAX. Secara langsung Bawaslu berharap rekan-rekan disabilitas dapat bergabung dalam proses pengawasan partisipatif dan kedepan memberikan pendidikan politik khususnya pada isu disabilitas.
Selain itu Penyandang disabilitas yang hadir menyambut baik kegiatan yang digagas oleh Bawaslu ini. Salah satu perwakilan Pertuni Nur Hadi Windoyo, menyampaikan kegiatan seperti ini menjadi bentuk kepedulian Bawaslu pada hak para penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini menjadi ajang dengar pendapat terkait pendapat dan pengalaman para penyandang disabilitas pada pemilu sebelumnya. (Q’Nin)


Komentar