oleh

PBI Target Alumni Sewu Laros Untuk Kinclongkan Banyuwangi

Pesantren Bisnis Indonesia (PBI) di Balai Diklat PNS Banyuwangi di Licin,ditutup kala kumandang Adzan Maghrib,Ahad (25/9/2022). Panitia dan peserta langung sholat jamaah lanjut qodhok qoshor bagi musyawir dari seluruh nusantara.

Selanjutnya semua terus saling mohon maaf dan mendoakan sambil berpelukan laksana suasana pulang haji atau jihad.

IMG-20220926-WA0019

“Mari terus tingkatkan iman dan ukhuwah Islamiyah dengan membangun keluarga muslim yang punya bisnis,lanjut bermanfaat buat ummat dalam satu tarikan nafas.Mari kita menolong saudara kita antara lain lewat beli dibolo dewe. Kita pun mimpi membela NKRI dengan membeli Indonesia dan membayar utang negara dari cengkeraman riba asing.Kita cahayakan Istana Negara dengan Cahaya Rahmatan Lil Alamin buat seluruh Penduduk Indonesia. Santri Pesantren Bisnis memang profesinya pengusaha, pekerjaan menolong orang. Sementara bangsa ini saat ini dikuasai pedagang untuk kepentingan diri dan asing.Mari kita saling mendoakan,ikhtiar dan tawakkal hingga kita menghembuskan nafas terakhir sebagai pemenang yang mulia husnul chotimah, ” ungkap founder PBI Ust Arif Abu Syamil yang kala mahasiswa pernah dilatih kopassus serta alumni santri PBI ada yang aparat polisi,TNI dan pejabat publik seraya undang peserta BOT#4 Banyuwangi ke Markas PBI di Binahati Adventure Sungai Serayu di bawah Kaki Dieng Banjarnegara Jateng.

Juga dari Palopo Sulsel sempat presentase para saudagar dan profesional dirintis 5 orang sudah bikin pondasi Markas PBI berbentuk Phinisi yang harapkan partisipasi seluruh alumni.

IMG-20220926-WA0020

Ketua Panitia, Yulianto SE, sebelum acara alumni PBI asal Banyuwangi hanya 3 orang yang jadi panitia lokal. Dan peserta BOT#4 menjaring 30 peserta asal bumi blambangan dari 450 orang yang daftar sesuai kuota 200 peserta.

Yang minat ikut jadi santri dan mau jadi relawan bagi alumni,ada kesempatan 2 pekan lagi bertempat di Ponpes Ra Cholil Bangkalan.

“Kami berharap Banyuwangi segera punya seribu santri dengan adakan kegiatan lokal maupun regional se Jatim dan Bali Plus NTB maupun NTT.Dengan sewu laros alumni insya Allah kian banyak yang saling menolong dan mencahayakan penuh wangi ikhlas tanpa pecitraan bumi Blambangan.Tahun depan kita adakan lagi event nasional dengan tempat alternatif bisa di Songgon yang dingin,indah serta heroik, ” ungkap pengusaha property syariah ini didampingi M. Ihsan dan Samsul.

Testimoni peserta dari mantan wartawan majalah Fakta Surabaya,Nurhidayati,ia ikut bukan untuk ilmu bisnis tapi pingin ketemu saudaranya sejawat pers Hayatul Makin dan berharap ngelencer ke obyek wisata.

“Namun di sini dengan couch yang ikhlas dan luar biasa,kami terasa lahir kembali dan ingin hidup yang lama untuk perbanyak amal sholehah, ” tuturnya sambil berlinang air mata.

Sedang Agus Wahyu Nuryadi, terima kasih Banyuwangi jadi tuan rumah dan bersyukur bisa lolos jadi peserta serta lulus jadi santri yang kian taqwa samawa berkah. Kami teruskan semangat Pangeran Diponegoro, Wong Agung Wilis,Cut Nya’ Dien, KH Agus Salim, serta lanjutkan seruan jihad Mbah Hasyim yang gelorakan semangat Arek-arek Suroboyo guna memberi makna dan martabat bangsa berdasarkan Pancasila ini dengan Cahaya Islam yang Rahmatan Lil Alamin. (Bung Aguk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *