oleh

SMP NEGERI 3 ROGOJAMPI MEREFLEKSI PERINGATAN HARI KESAKTIAN PANCASILA

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila dilakukan untuk mengenang kembali sejarah dalam mempertahankan ideologi bangsa. Banyak cara kegiatan yang dilakukan dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2022. Peringatan ini bertujuan untuk meneguhkan Pancasila sebagai ideologi utama Bangsa Indonesia.

Dipelataran kawah candra dimuka SMPN 3 Rogojampi, seluruh Bapak/ibu Guru, Staf tata usaha dan seluruh siswa siswi kelas7 ,8 dan 9 SMP Negeri 3 Rogojampi sejak pukul 06.45 WIB berkumpul dengan khidmat seraya bersama-sama membaca kalimat toyyibah, dilanjutkan membaca surat-surat pendek dengan diakhiri doa bersama dikhususkan kepada para pejuang dan pahlawan yang telah gugur dalam peristiwa G30S/PKI kegiatan do’a bersama ini dipimpin oleh guru agama Bapak Nuril.

Kegiatan pada Sabtu 1 Oktober 2022 sangat spesial walaupun sederhana namun penuh makna, dimana selain agenda do’a bersama juga ada kegiatan refleksi memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang di isi oleh Guru bidang studi PPKN yaitu Dra. Suryani.Dalam sambutan refleksinya Dra.Suryani menyampaikan Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2022 ini tidak lepas dari peristiwa pemberontakan G30S/PKI, di mana 6 orang jenderal dan seorang perwira menjadi korban pembantaian, juga sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para Pahlawan Revolusi yang gugur dalam peristiwa Gerakan 30 September atau lebih dikenal dengan sebutan G30S/PKI. Tegasnya.
Lebih lanjut Dra Suryani menyampaikan sebagai anak bangsa wajib untuk memahami sejarah tentang ideologi Pancasila ini.

Peringatan ini bertujuan agar bangsa Indonesia mengingat kembali peristiwa Gerakan 30 September (G30S/PKI) dan juga untuk mencegah sejarah kelam terulangnya kembali peristiwa bangsa Indonesia tersebut.

Mereka adalah Letnan Jenderal Anumerta Ahmad Yani, Mayor Jenderal Raden Soeprapto, Mayor Jenderal Mas Tirtodarmo Haryono, Mayor Jenderal Siswondo Parman, Brigadir Jenderal Donald Isaac Panjaitan, Brigadir Jenderal Sutoyo Siswodiharjo, dan Lettu Pierre Andreas Tendean. Mereka ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi.
Ketujuh korban dibunuh oleh PKI lalu dimasukkan ke dalam sumur Lubang Buaya di Jakarta Timur. Jenazah enam jenderal dan seorang perwira pertama tersebut diangkat dari sumur Lubang Buaya pada 4 Oktober 1965.

Ditemukannya korban peristiwa G30S tidak lepas dari peran seorang anggota kepolisian bernama Sukitman pada masa itu. Pasalnya pada 1 Oktober 1965, ia sempat dibawa paksa ke Lubang Buaya oleh kelompok G30S tetapi berhasil meloloskan diri.
Peristiwa pemberontakan G30S/PKI hingga penemukan jenazah para jendral inilah yang kemudian menjadi rujukan peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Diakhir refleksi Dra Suryani menegaskan Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap tahunnya agar masyarakat dapat memahami sejarah bangsa Indonesia. Dan begitu pula pentingnya peran pancasila sebagai ideologi utama negara.

“Pancasila pada hakekatnya adalah jalan pikiran dan falsafah hidup bangsa Indonesia. Nilai-nilai pancasila telah menjadi kepribadian bangsa Indonesia sejak dulu hingga kini. Maka alasan di balik kesaktian tersebut memiliki makna penting bahwa Pancasila adalah dasar negara yang tidak boleh diubah oleh siapapun, “Tegasnya.

Diakhir kegiatan para peserta melakukan penghormatan kepada Bendera Merah Putih, dilanjutkan mengheningkan cipta dan menyanyikan lagu padamu negeri, di ikomando oleh Yeti Chotimah, M.Pd
Lebih lanjut ditemui Yuli Eka Irmayanti, SPd selaku Kepala Sekolah setelah mengikuti upacara virtual memperingati hari Kesaktian Pancasila yang diadakan serentak Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyampaikan, SMP Negeri 3 Rogojampi dalam rangka Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini sekolah melaksanakan kegiatan do’a bersama dan merefleksi makna memperingati Hari Kesaktian Pancasila.

“Kegiatan hari ini dapat dijadikan momentum untuk meningkatkan keimanan serta menumbuhkan rasa nasionalisme serta patriotisme siswa dan siswi SMPN 3 Rogojampi. Harapannya generasi muda khususnya peserta didik untuk selalu mengamalkan Nilai-nilai utama dalam butir-butir pancasila, dan bisa dimaknai sebagai semangat untuk membangun kembali jati diri bangsa. Karena semua tak lepas dari menyiapkan generasi emas Indonesia 2045 sebagai calon calon penerus yang tangguh, dan siap menghadapi tantangan jaman dengan berbagai skill yang dimiliki, “tegasnya. (Yeti Ch)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *