oleh

Kampung Batik Desa Tampo akan Dijadikan Paket Wisata

Desa Tampo  merupakan wilayah dari Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi yang terdiri dari 3  dusun yaitu Dusun Krajan, Dusun Simbar 1, dan Dusun Sumber 2.  Sejarahnya Desa Tampo diambil dari kata ketampon yaitu dalam sejarahnya bahwa dulu pada waktu kerajaan  kerajaan Majapahit ada tentara Majapahit yang singgah di wilayah Desa Tampo dan singgah di suatu tempat atau di rumah penduduk pada waktu hujan deras air banyak masuk ke kampung atau air banyak masuk ke rumah itulah akhirnya dari ketampon itulah maka tempat singgah atau rumah di wilayah sekitar situ dinamakan Tampo.

WhatsApp Image 2022-12-03 at 17.14.56

Adapun batas-batas Desa Tampo yaitu sebelah utara adalah desa benculuk sebelah selatan adalah Desa Kradenan dan sembulung sebelah timur adalah desa Kali Ploso dan plampangrejo sebelah barat adalah jalan desa benculuk luas wilayah Desa Tampo seluas 538,80 hektar yang sebagian besar adalah desa adalah tanah sawah dan dan pemukiman.

Sebagian besar penduduknya adalah bertani berkebun,  Desa Tampo terdiri dari beberapa suku atau etnis yaitu dari suku Osing khususnya di wilayah Dusun Krajan dan suku Jawa  sehingga mereka menggunakan dua bahasa yaitu bahasa Osing juga menggunakan bahasa Jawa. Dalam bidang pendidikan di desa Tampo sudah banyak pendidikan formal maupun nonformal mulai dari Paud atau TK SD SMP atau MTS atau SMA Aliyah atau SMK bahkan perguruan tinggi di desa Tampo juga ada yaitu Politeknik  Visi Global sehingga masyarakat atau wilayah Desa Tampo dalam memeroleh pendidikan tidak usah jauh-jauh karena di sekitar wilayah mereka sudah ungkap pendidikannya ada satu lagi yang saat ini menjadi program unggulan dari Desa Tampo yaitu bahwa Desa Tampo ditetapkan sebagai Desa batik oleh pemerintah Kabupaten Banyuwangi karena di desa Tampo ada beberapa pengrajin batik yang selama ini menjadi jujugan para wisatawan yang datang dari domestik maupun dari mancanegara yang selama ini bisa datang Najiha Batik,  Taksaka Batik, Yoko Batik, Trisno Batik, Virdes,  dan Tompo Sentono yang merupakan milik BUM Desa Tampo.

WhatsApp Image 2022-12-03 at 17.14.57

Dan Tampo pada 4 – 6 November 2022 mengadakan Tampo Fair yang menampilkan UMKM yang ada di Desa Tampo juga diselenggarakan Festival Wayang Kulit yang dihadiri oleh para pejabat dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Pada waktu even tersebut Kepala Desa Tampo mengatakan bahwa sepanjang satu jalur ada beberapa pengrajin batik.

“Acara ini digelar kembali untuk  membangkitkan kembali perekonomian masyarakat desa Tampo khususnya di mana masyarakat Desa Tampo adalah terkenal dengan Kampung batik yang begitu banyak menyerap tenaga kerja.  Di desa Tampo terdapat 5 pengrajin batik dan juga ada sekitar 7 kesenian Jaranan yang bisa dijadikan destinasi wisata yaitu paket wisata baik dari De Djawatan menuju Alas Purwo dari  Djawatan Menuju Pulau Merah atau Sukomade dan Saya berharap  disampaikan kepada dinas terkait yaitu  Dinas perhubungan hendaknya disediakan paket di mana ada bus dari Perhubungan Sabtu Minggu itu gratis di mana diadakan paket dari Jawatan bisa diarahkan menuju Kampung batik atau Desa Tampo, “harap Hasyim Ashari.

Dan usulan itu juga akan dijadikan masukan untuk Dinas Perhubungan yang disampaikan oleh Plt nya pada waktu itu Drs. Dwi Yanto.

“Dinas Perhubungan akan berusaha mengupayakan.paket wisata dari permintaan Kades Tampo sehingga destinasi Wisata batik dapat diwujudkan, “tegas Dwi Yanto beberapa waktu lalu.

Kepala Desa Tampo pada saat ditemui pada Sabtu, (03/12/2022) mengatakan bahwa beliau berharap banyak dengan kerajinan batik di Tampo karena banyak menyerap tenaga kerja yang ada di Desa Tampo.

“Semoga saja Kampug Batik Desa Tampo selepas dari Pandemi Covid ini bergairah kembali seiring sudah dibukanya besar-besaran semua obyek wisata sehingga perekonomian Desa Tampo bisa meningkat kembali, “harap Kades Tampo Hasyim Ashari. (AM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *