oleh

Gelorakan Kampung Aswaja, Tim Unej dan Pemdes Sumber Ketempa Gagas Program Eduwisata Berbasis Religi

Jember – Pada hari Kamis, 08 Desember 2022 Tim Pengabdian Universitas Jember yang dipimpin oleh Dr. Akhmad Taufiq, M.Pd. menggelar diskusi terpumpun dengan Pemerintah desa Sumber Ketempa beserta tokoh masyarakat, pemuda penggerak, muslimat dan perwakilan masyarakat dari empat dusun (Kulon, Pancoran, Krajan, dan Gudang wiringin). Kegiatan yang di gelar di Balai Pertemuan Kampung Aswaja di Sumber Ketempa tersebut berlangsung gayeng dan melahirkan banyak ide-ide kreatif untuk memajukan atau mengembangkan desa yang berakar pada keunikan-keunikan potensi religi yang ada di Desa Sumber Ketempa, Kalisat.

Selaku ketua tim, Dr. Akhmad Taufiq, M.Pd. menyampaikan bahwa pengembangan potensi desa, khususnya Desa Sumber Ketempa ini merupakan bentuk perhatian Universitas Jember berkenaan dengan pengembangan potensi desa, khususnya Desa Sumber Ketempa yang memiliki Kampung Aswaja. Program ini kemudian dikemas dalam eduwisata berbasis literasi religi, agar potensi-potensi religi, yakni ritual keagamaan yang selama ini sudah berjalan dapat diberikan solusi berupa formula pengembangan untuk semakin dapat bermanfaat, tidak hanya dari sisi keagamaan, tapi juga dari aspek ekonomi. Dalam konteks ini, formula pengembangan desa berupa eduwisata berbasis literasi religi itu diharapkan dapat memberi manfaat bagi kebahagiaan lahir dan batin sekaligus.

Dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Sumber Ketempa, Bu Ertin Budi Rahayu, menegaskan bahwa setiap kegiatan yang konstruktif, desa dan masyarakat siap bekerjasama.

IMG-20221208-WA0071

“Kami dan masyarakat tentunya senang dengan adanya program kampung aswaja atau eduwisata berbasis religi, selain dapat memperkokoh keimanan juga dapat menggerakkan ekonomi mmasyarakat sekitar nantinya, ” pungkasnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh para perwakilan dari keempat dusun tersebut, bahwa pada dasarnya masyarakat harus ada yang mengajak dan bekerjasama, khususnya dalam bidang keagamaan, budaya, dan sosial ekonomi. Menurut perwakilan dusun Krajan, Bapak Miarto bahwa keempat dusun yang ada di Desa Sumber Ketempa memiliki potensi yang unik dan merata.

“ Kami memiliki aktivitas spiritual dan seni budaya islami, dan semuanya tersebar merata di empat dusun. Ada hadrah, barzanji, burdah, khatmil qur’an, semarak maulid, kirab dan lomba tumpeng dan sebagainya, ” pungkasnya.

Selain itu, menurut Pak Hermanto, anggota Tim UNEJ, mengatakan bahwa selain mengoptimalkan keunikan yang dimiliki desa, ke depan desa juga harus menyiapkan UMKM Unggulan yang dapat dijadikan satu paket pengembangan nilai ekonomi masyarakat.

“ Saya kira belum ada di Jember yang secara khusus mem-branding desanya dengan sebutan eduwisata berbasis religi, ini kesempatan yang strategis, tentunya juga desa memberikan pendidikan dan pendampingan bagi pelaku UMKM agar bisa mengambil bagian dalam setiap momentum yang ada, ” ujarnya.

Kegiatan ini dipandu secara langsung dan bersifat partisipatoris oleh M. Hadi Makmur, M.AP, dan Siswanto, M.A. Kedua pemandu tersebut nampak begitu interaktif memfasilitasi proses diskusi.(Miskawi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *