BANYUWANGI, Jurnalnews – Aliansi Relawan untuk Penyelamatan Alam (ARuPA) dan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) Kementerian Keuangan Republik Indonesia tengah menjalankan program Perhutanan Sosial di Banyuwangi.
Program yang berlangsung sejak November 2022 hingga Februari 2024 ini bertujuan salah satunya untuk memperkuat kelompok Masyarakat Adat Osing di wilayah Banyuwangi.
Untuk mencapai tujuan tersebut, ARuPA berkolaborasi dengan PD AMAN Osing menyelenggarakan kegiatan Sarasehan Identifikasi Kearifan Lokal Masyarakat Adat Osing.
Acara ini digelar pada Jumat, 24 November 2023, pukul 08.30 – 11.30 WIB di Pesinauan Sekolah Adat Osing, Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur.
Upaya menuju penguatan Masyarakat Adat Osing di Banyuwangi memerlukan identifikasi terus menerus.
Identifikasi tersebut melibatkan dua aspek utama, yakni data persebaran Masyarakat Adat Osing di seluruh Banyuwangi, serta data pengetahuan dan praktek terkait aspek sosial budaya, mata pencaharian ekonomi, dan pengelolaan sumber daya alam.
Direktur Eksekutif ARuPA, Edi Suprapto, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat data dasar mengenai sebaran dan kearifan lokal Masyarakat Adat Osing di Banyuwangi.
“Proses identifikasi ini akan melibatkan generasi muda Masyarakat Osing dalam pencarian data lapangan dan penulisan, menjadikannya sebagai karya orisinal dari masyarakat adat Osing,” jelasnya.
Tujuannya, kata Edi Suprapto, yaitu menyediakan data dasar (baseline) mengenai Masyarakat Adat Osing di Banyuwangi. Sarasehan ini diadakan untuk membahas agenda tersebut.
Tahapan kegiatan identifikasi Masyarakat Adat Osing mencakup maksud, tujuan, hasil yang diharapkan, dan metode kegiatan.
Edi menambahkan, maksud kegiatan ini adalah mencapai kesepakatan bersama antara ARuPA, PD AMAN Osing, dan pihak terkait tentang rangkaian kegiatan identifikasi Masyarakat Adat Osing. Kegiatan bertujuan untuk sosialisasi program, pengumpulan masukan dari peserta sarasehan, dan pencapaian kesepakatan bersama.
Ia juga berharap, Dari kegiatan ini, segera tercapai kesepakatan untuk melaksanakan identifikasi Masyarakat Adat Osing dan tersusun tim serta rencana kerja identifikasi Masyarakat Adat Osing.
Sementara itu, Wiwin Indiarti, Ketua PD AMAN Osing, menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, hasil identifikasi data Masyarakat Adat Osing sangat dibutuhkan untuk mendorong dan menguatkan inisiatif kebijakan pengakuan dan perlindungan masyarakat Osing.
“saya berharap pertemuan ini mampu mewujutkan angan – angan kita tentang identifikasi data Masyarakat Adat Osing, dan itu untuk mendorong dan menguatkan inisiatif kebijakan pengakuan dan perlindungan masyarakat Osing di Banyuwangi,” terangnya. (Rony//JN).


Komentar