Banyuwangi, Jurnalnews.com – Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai kegiatan halal bihalal keluarga besar guru PAUD dan SD se-Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, yang digelar di Aula Satwilkersatdik Wongsorejo, Rabu (8/4/2026).
Mengusung tema “Keteladanan menjadi pena yang mengukir masa depan, pengabdian menjadi teladan menuai kebaikan”, acara ini dihadiri oleh ratusan tenaga pendidik. Turut hadir pula Koordinator Wilayah Satuan Pendidikan (Korwilsatdik), Camat Wongsorejo, Kepala KUA Wongsorejo, serta sejumlah pejabat pendidikan lainnya yang tampak antusias memadati aula hingga halaman kantor.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Dr. Alfian, M.Pd., menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh hadirin dalam momentum bulan Syawal.
“Pada bulan Syawal ini, saya menyampaikan mohon maaf lahir dan batin atas segala kesalahan, baik secara kedinasan maupun pribadi. Meminta maaf adalah kewajiban kami, dan kami sangat berharap dapat dimaafkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peningkatan kinerja dan integritas tenaga pendidik, khususnya dalam proses penilaian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Menurutnya, penilaian tidak boleh sekadar formalitas administratif.
“Penilaian harus berdasarkan instrumen yang objektif, bukan sekadar nilai baik di atas kertas. Jangan membiasakan sesuatu yang tidak benar, apalagi membenarkan hal yang keliru,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan adanya pengawasan terhadap kedisiplinan guru, termasuk praktik ketidakhadiran tanpa keterangan sah yang akan berdampak pada evaluasi kinerja.
Selain itu, Dr. Alfian menyoroti persoalan kekurangan tenaga guru yang hingga kini masih menjadi tantangan. Ia menyebut, keterbatasan regulasi dan anggaran daerah menjadi kendala utama dalam pengangkatan tenaga pendidik baru.
“Saat ini belanja pegawai dalam APBD sudah mendekati 38 persen, sementara aturan membatasi maksimal 30 persen. Ini membuat daerah tidak leluasa menambah P3K,” jelasnya.
Ia menambahkan, jumlah tenaga P3K di Banyuwangi bahkan telah melampaui jumlah PNS, dengan total sekitar 6.000 P3K dibandingkan 2.000 PNS. Kondisi ini turut berdampak pada pemenuhan kebutuhan kepala sekolah, khususnya di tingkat SD.
Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya tengah berupaya menyelesaikan penunjukan Pelaksana Tugas (PLT) kepala sekolah yang saat ini mencapai 274 posisi.
“Kami targetkan selesai pada Mei 2026, sehingga bisa menjadi kado pada peringatan Hari Pendidikan Nasional,” ungkapnya optimistis.
Kegiatan halal bihalal ini juga diisi dengan tausiah oleh Ustadz Junaedi yang mengangkat nilai-nilai keteladanan dan keikhlasan dalam pengabdian, sebelum dilanjutkan dengan ramah tamah antar peserta.
Momentum ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah Wongsorejo. (Venus).


Komentar