oleh

Tamansuruh Menuju Desa Cantik Award 2021

Desa Cantik semakin digemari di kalangan Badan Pusat Statistik, baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun pusat. Hal ini dibuktikan dengan keseriusan pemerintah pusat dalam menangani pembinaan statistik sektoral di masing-masing desa.

Diawali dengan menetapkan 100 desa cantik se Indonesia, kemudian kini di rampingkan menjadi 15 desa cantik calon penerima award desa cantik dari pemerintah pusat. Salah satu desa yang masuk dalam nominasi ini adalah Desa Tamansuruh Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi-Jatim.

Desa Tamansuruh yang di pimpin oleh Teguh Eko Rahadi, SAB., masuk nominasi calon penerima award 15 Desa Cantik tingkat nasional yang kemudian akan di pilih 10 desa cantik terbaik.

Saat diwawancari awak media JurnalNews.com dan majalah Keboundha dari Jawa Timur, Teguh mengatakan : “Keberhasilan desa Tamansuruh masuk kategori desa Cantik adalah merupakan hasil kerja keras serta kekompakan semua stakeholder terkait di pemerintahan desa Tamansuruh, terutama buah hasil pembinaan dari BPS (Badan Pusat Statistik) Kabupaten Banyuwangi. Semoga ini menjadi awal menuju Tamansuruh yang lebih baik dalam melayani masyarakat, “ungkap Teguh.

Sementara itu, pada hari Rabu, 24 November 2021 Desa Tamansuruh sebagai calon penerima award desa cantik kedatangan tim penilai dari BPS pusat, acara di awali dengan pertemuan di area destinasi wisata Sumber waras yang terletak di dusun Gadog Desa Tamansuruh.
Acara diawali dengan pemakaian udeng khas Banyuwangi kepada kedua tim penilai yang di dampingi kepala BPS Banyuwangi dan dua orang perwakilan BPS jawa timur oleh Kepala Desa Tamansuruh. Kemudian dilanjutkan diskusi kecil terkait hal hal yang akan di nilai oleh tim penilai.

IMG-20211126-WA0000

Tim penilai yang terdiri dari dua orang yaitu bernama Rinaldo dan Endik, keduanya bertujuan visitasi dan ground chek terhadap bagaimana kondisi riil di lapangan terkait pelaksanaan dan keseriusan desa Tamansuruh dalam melaksanaan program desa cantik.

Mulanya, Teguh menuturkan ide membuat kampung statistik bermula saat dia mencalonkan menjadi kepala desa Tamansuruh.

“Saya ingin melaksanakan pelayanan jemput bola, untuk itu kita perlu tahu bagaimana bolanya, seperti apa jenisnya dan harus diapakan, “tuturnya.

Kemudian bermula dari visi tersebut beliau mengkaitkan bahwa agar visinya terlaksana maka dibutuhkanlah data yang akurat. Dalam hal menangani data, Teguh meyakini bahwa BPS lah yang memiliki konsep serta metodologi paling akurat”. Oleh sebab itu sesegera mungkin Teguh mengkomunikasikan dengan pihak BPS.

Disinilah kemudian menjadi cikal bakal salah satu program andalannya yaitu kampung statistik. Gayung bersambut, di waktu yang hampir bersamaan, pihak BPS memiliki konsep yang sama dalam bentuk berbeda yaitu menetapkan program desa cantik. Yang kemudian menjadikan desa Tamansuruh menjadi salah satu yang di usulkan oleh BPS Banyuwangi.

Tri Erwandi, selaku kepala BPS Banyuwangi menambahkan, “Pak Teguh memiliki ide ini sebelum desa Tamansuruh di tetapkan sebagai desa cantik. Kala itu, saat di agrowisata Tamansuruh saat bersama kepala BPS Jawa timur pada saat dalam rangka kunjungan ke Banyuwangi. Oleh sebab itu, kami sebagai pembina statistik langsung menyambut baik ide terkait di jadikannya kampung statistik di Desa Tamansuruh, “ujarnya.

Kemudian, visitasi dilanjutkan dengan mengunjungi Balai desa Tamansuruh untuk mengkorfirmasi bukti bahwa Desa Tamansuruh sudah benar benar melaksanakan pilot project kampung statistik dengan program Monstera. Yaitu Mondoluko smart, terampil dam ramah. Ini merupakan pendataan dengan sensus tetapi hanya terbatas di satu dusun yaitu Mondoluko.

Menanggapi hasil visitasi, kedua tim penilai memberikan sambutannya sebelum kemudian meninggalkan Tamansuruh

“Saya kira semuanya telah baik. Dan semoga desa Tamansuruh ke depan lebih mampu melaksanakan pelayanan maksimal terhadap masyarakatnya, ” ungkap Rinaldo.

Endik, juga salah satu tim penilai melanjutkan.

“Desa Tamansuruh sudah baik dan semoga seiring dengan ridho Allah masuk 10 besar penerima award program desa cantik” ujarnya.

Yang kemudian disambut Aamiin oleh semua perangkat, pembina desa cantik kabupaten dan perwakilan dari BPS provinsi.

Dalam akhir sambutannya “Award bukan semata mata tujuan kami, tetapi pelaksanaan pelayanan secara maksimal adalah tujuan kami, ” Pungkas Teguh dalam sambutannya. (Hariyanto)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *