Cluring – Pembangunan tandon program pengadaan air bersih dihentikan warga karena dianggap tidak transparan, Sebab tidak memasang papan nama Proyek. Kejadian itu bertempat di pojok lapangan Desa Cluring. Kecamatan Cluring.
Puluhan warga mendatangi pembangunan tandon air yang tahap pelaksananya hampir selesai. Mereka berusaha bertanya, Siapa CV yang mengerjakan, Dan salah satu pekerja menjawab kalau yang dikerjakan milik kontraktor yang rumahnya tidak jauh dari lokasi Pak Novel,”Proyek ini punyak pak Novel,” Jelas salah satu pekerja.
Warga setempat Puji, Ngotot agar memberhentikan pekerjaan tandon air sebab papan nama proyek tidak ada,” Kalau masih saja kamu kerjakan saya akan ajak warga lebih banyak lagi agar menutup tempat ini, sekarang panggil yang punya CV kesini agar segera memasang papan nama proyek,” dengan nada keras puji menuding salah satu pekerja.
Masih pengakuan Puji,” Saya sempat bertanya sama Kepala Desa Cluring mengenai pembangunan yang kurang trasparan ini, namun jawab kades Cluring, sudahlah kita minta ke Dinas proyek ini susah payah jangan di ruweti,” terang, puji menirukan jawaban kades Cluring Sunarto.
Sementara, pihak CV yang dianggap tidak trasparan itu mengakui bahwa pekerjaan tersebut miliknya,” pekerjaan itu memang punya saya, tapi itu dua paket pengeboran saya yang mengerjakan, Pembangunan tower bukan saya itu rekan saya,” terang Said anak dari pemilik CV yang juga ikut mengelolah CV Jati Asli. Saat menjelaskan lewat telpon selularnya kepada Puji warga Cluring.
Puji ingin, pengadaan air bersih ini tidak menimbulkan masalah yang berkepanjaangan karena kurangnya trasparansi,” Bisa saja pembangunan ini tidak sesuai RAB sebab papan nama proyek saja ngak mau masang, ini kan uang dari rakyat, jadi saya juga punya hak untuk mengawasi,” jelasnya.


Komentar