Memperingati Hari Kelahiran Pancasila Gereja Kristen Jawi Wetan tak ketinggalan ikut memeriahkan dengan Kegiatan Pameran Lukisan yang di gelar selama enam hari mulai tanggal 26 Mei-1 Juni 2022 di sambut sangat antusias oleh seniman , budayawan dan masyarakat umum. Pameran lukisan dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila tahun 2022 ini, terselenggara berkat kerja sama antara GKJW (Gereja Kristen Jawi Wetan) dengan Lesbumi-NU dan dukungan sepenuhnya dari DKB (Dewan Kesenian Blambangan) Banyuwangi.
Mengusung tema ” “Rukun Agawe Sentosa ”. gelaran pameran dibuka oleh Pendeta Suko Tiyarno , menyampaikan, “Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini karena dinilai sangat positif terhadap karya-karya para perupa Banyuwangi yang dapat menjadi perekat hubungan keharmonisan antar agama khususnya di Kabupaten Banyuwangi, “ujarnya.

“Kegiatan berbasis seni dan budaya ini melibatkan para seniman berbeda latar belakang suku, etnik, ideologi, agama dan kepercayaan, “tambahnya.
Para seniman ikut menampilkan sejumlah karya spektakulernya dengan tentunya suport dari Gereja Kristen Jawi Wetan.
15 pelukis dari Lesbumi berkolaborasi dengan Forum Perupa Banyuwangi. dalam gelaran pameran lukisan di Pelataran Gereja Kristen Jawi Wetan Jalan Letkol Istiqlah Kelurahan Singonegaran Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi.
“Kegiatan ini berlangsung selama enam hari , dengan melibatkan kurang lebih ada 15 pelukis. Animo pengujung cukup bagus.” ujar Endik sebagai panitia pelaksana.
“Rangkaian gerak, peristiwa kehidupan insani dan Ilahi terlukis dalam berbagai bentuk, media, warna, napas, karakter, gaya, pakem corak, aliran dan idealisme para pelukis, “ujar Endik.
Karya paraseniman-seniman Banyuwangi turut dipamerkan, dan sebanyak 30 lukisan terpampang dengan 15 orang pelukis turut mensukseskan gelaran acara ini. Pameran lukisan ini diselenggarakan dan dibuka untuk umum mulai hari ini 26 Mei hingga
penutupan besok 1 Juni 2022 dengan diadakannya diskusi dengan tema : Restorasi Pengamalan Pancasila, rencananya akan dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Pada kesempatan ini, pecinta seni lukis di Banyuwangi dapat menikmati karya-karya dari 15 Seniman lukis Banyuwangi yaitu: Endik, S.Yono, Slamet Sugiono, Janakim, Radenmas, Iwan Han, Aris Arta, Abdur Rohim, S. Tika, Rini Candra, Wega, Windu, Jibon, Ken Ali, dan Haruman Huda
Mayoritas karya yang ditampilkan beraliran realis. Dalam karya seni Rupa Realistik seorang seniman berusaha untuk menyalin sebuah subjek dalam suatu karya sebagaimana tampil dalam kehidupan sehari-hari tanpa tambahan embel-embel atau interpretasi tertentu. Maknanya bisa pula mengacu kepada usaha dalam seni rupa untuk memperlihatkan kebenaran, bahkan tanpamenyembunyikan hal yang buruk sekalipun
Seni yang memiliki makna berbeda-beda tergantung dari sudut mana melihatnya, pasti tidak mudah mewujudkan. Dari media warna, nafas, karakter gaya, pakem, corak, aliran, dan idialisme para pelukis tentunya dibutuhkan konsentrasi penuh.
Sementara Taufik Wr. Hidayat selaku Ketua Lesbumi-NU Banyuwangi mengatakan
“Saya juga sangat mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan pameran lukisan ini, dan kegiatan ini sangat bagus karena terjalin kerja sama antar umat beragama di Banyuwangi, ” katanya.
Pameran Lukisan yang diselenggarakan Perupa Lesbumi NU Banyuwangi di GKJW Banyuwangi dalam rangka memperingati kelahiran Pancasila ini, bertujuan menguatkan rasa solidaritas antarperupa di Banyuwangi dan para pecinta seni Banyuwangi. Hal itu merupakan salah satu dari sila “Persatuan Indonesia”. Persatuan yang bersifat saling menguatkan dan saling melengkapi. Di tengah kelesuan ekonomi akibat pandemi, Perupa Lesbumi NU Banyuwangi berupaya untuk turut meramaikan pasar dan pariwisata Kab. Banyuwangi, dengan harapan keterpurukan ekonomi kita akibat pandemi ini kembali bangkit dan pulih.
“Ini program rutin Lesbumi PCNU Kab. Banyuwangi. Para perupa yang tergabung dalam Lesbumi PCNU Kab. Banyuwangi akan menyelengarakan pameran lukisan setidaknya empat atau tiga kali dalam setahun. Dan melakukan pertemuan anjang sana rutin para perupa tiap satu bulan sekali, “pungkas Gus Fiq.(Ilham Triadi)


Komentar