Diawali performa musik akustik yang mengiringi 9 pelukis satu sama melukis on the spot, Pameran lukisan bertajuk Satu Sama resmi dibuka oleh Supriyono, SH, Kepala Desa Grajagan, Sabtu, 28 Mei 2022. Tampak juga hadir Ainur Rofiq, Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi, pelukis, seniman , budayawan Banyuwangi dan masyarakat umum.
Bertema “Senang-Senang”, kelompok perupa “Satu Sama” memamerkan 72 karya lukis dari 9 perupa di Dusun Curahjati, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi.
Senang-Senang tema tersebut diambil untuk menghidupkan kembali budaya nusantara di tengah-tengah masyarakat yang belakangan mulai redup tergerus budaya dari luar. Pameran akan diselenggarakan hingga 1 Juni 2022.

Menurut Supriyono, SH , Kades Grajagan , dari pameran ini dapat menjadi sarana edukasi dan hiburan untuk para pengunjungnya. Supriyono juga berharap “Melalui pameran ini dapat kembali merealisasikan dan mengembangkan seni serta membuktikan bahwa seniman memiiliki karya – karya yang mengagumkan penikmatnya, khususnya masyarakat awam, “tukas Supriyono.
Ainur Rofiq, Kabid Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi meluangkan waktu untuk menghadiri dan menyaksikan langsung pameran karya seni rupa tersebut disela kesibukan memantau even World Surf League (WSL) Championship Tahun 2022 di Pantai Plengkung atau G-Land Banyuwangi.
Dalam kesempatan tersebut Alumni Fisipol Universitas Jember ini menyampaikan rasa bangga atas inovasi dan kreativitas yang tiada batas para seniman dan perupa dalam mengekspresikan karya-karya mereka..
“Ini merupakan pameran seni lukis yang sangat kreatif, dengan tempat yang merupakan sebuah kandang kambing, namun bisa disulap menjadi sebuah pameran karya lukis. Tentu inilah yang patut dicontoh bahwa berkesenian itu dapat dilakukan tanpa batas,” ujar Ainur Rofiq.
Komunitas Perupa yang tergabung dalam kelompok Satu Sama, diantaranya: Ben Hendro, Elyeze, Fafan Ariyadi, Ilyasin, Lilok Winardi, N Kojin, Susilowati, Sarwo Prasojo, dan Troy Herman.

“Mudah-mudahan ini bisa membuka ruang seluas-luasnya, Saya percaya kegiatan pameran ini akan menginspirasi banyak seniman, tidak hanya seni rupa, tetapi semua seniman yang ada di Kabupaten Banyuwangi untuk berkreasi bersama,” tukas N. Kojin koordinator pelukis Satu Sama.
Lanjut N. Kojin dirinya juga mewakili Komite Seni Rupa dan Ekonomi Kreatif DKB, menyatakan dengan bahasa kurotarial yang santai, Komunitas 9 pelukis anggota kelompok ini bebas menafsirkan tema kurasi sesuai gayanya masing-masing yang sudah dikenal dikalangan pencinta seni lukis. Pameran lukisan kali ini akan memacu dan memberi semangat para seniman untuk melangkah berkarya dlm berkreatifitas.
Mudah-mudahan semangat yang digoreskan oleh seniman melalui pameran seni lukis ini memberikan semangat untuk kita semua, tidak hanya komunitas seni rupa tapi membuka ruang seluas-luasnya bagi para pelaku ekonomi kreatif termasuk seniman.
“Mari kita bekerja sama memanfaatkan pengembangan ekonomi kreatif pada beberapa sektor, salah satunya adalah pameran lukisan ini salah satu bentuk nyata kegiatan ekonomi kreatif,” terangnya.
Sementara Ben Hendro sebagai tuan rumah titik ke-3, menjelaskan “Tema yang diangkat kali ini adalah untuk mengingatkan masyarakat kembali bahwa di ujung desa pinggiran hutan Curahjati ini, diharapkan banyak Karya Lukisan yang sesungguhnya bisa belajar banyak dari kearifan tradisi untuk menemukan solusi atas berbagai persoalan hidup kekinian,” tambah Ben Hendro mewakili 9 pelukis untuk menyampaikan kurotarialya.
Ketua Panitia pelaksana kegiatan pameran karya lukis yang digelar oleh sembilan seniman dan perupa Banyuwangi kedepan akan digelar di 9 lokasi yang berbeda dalam sebulan sekali.
“Pameran ini nantinya diselenggaranakan di 9 tempat selama sebulan sekali. Pameran yang digelar saat ini merupakan yang ketiga kalinya. Pertama di Curah Krakal, Jajag, dan sekarang di Grajagan. Tentunya pameran ini juga dalam upaya mencari bibit-bibit perupa di pelosok-pelosok daerah yang akan kita gandeng supaya bisa berkembang,” ujar Ben Hendro.
Ben Hendro juga menjelaskan, ada juga tema lukisan yang mengajak masyarakat untuk menyadari bahwa peradaban modern tidak selalu selaras dengan kehidupan bumi yang berkelanjutan. “Dan tampaknya 9 pelukis itu telah melakukan upaya tersebut melalui pameran lukisan ini, tambahnya.
Dalam pameran ini, Ben Hendro menilai antusiasme masyarakat Curahjati dan sekitarnya sangat tinggi untuk mengapresiasi karya-karya dalam pameran ini.
“Saya kira antusiasme masyarakat sangat bagus, pembukaan ini berkolaborasi dengan beberapa seniman. Semoga perkembangan seni rupa di Banyuwangi semakin maju, saya berharap teman-teman lainnya juga untuk menampilkan karya mereka,” pungkasnya.
Selama pameran diadakan melukis potret on the spot untuk donasi kaum duafa dan sarasehan bedah karya dengan mengundang siswa siswi baik SMP, berikut para guru seni budaya di sekitar studio anggota kelompok Satu Sama yang sedang menggelar pameran.
Kelompok Satu Sama berharap dengan gerakan pameran simultan ini membawa perkembangan seni rupa Banyuwangi makin berkembang, kreatif dan membuka peluang pasar global.(Ilham Triadi)


Komentar