Seni dan budaya telah menjadi perhatian Pemkab Banyuwangi untuk menumbuhkan bakat dan minat pelajar , guru dan mayarakat dalam dunia seni peran, pertunjukan malam itu sangat memanjakan masyarakat Banyuwangi yang memiliki minat dan kerinduan pada seni peran di Gedung Djuang 45, Sabtu (13/8/2022) malam.
Seni Pertunjukan Teater Keliling dikemas dalam drama musikal Berjudul “Calon Arang” saat Pagelaran di Gedung Kesenian Eks Gedung Juang Kuras Emosi Penonton. Pagelaran Teater Keliling di sutradai oleh Rudolf Puspa menjadi pilihan komunitas Teater Keliling dari Ibu Kota Jakarta untuk mengajak milenial lewat lakon teater yang berjudul Calon Arang besama komunitas lokal Teater kita mengajak generasi untuk sadar, bahwa Indonesia yang terpisah oleh ribuan pulau dengan beragam budaya adat istiadat mesti berkolaborasi dan bersinergi lewat berkesenian.
Menyadarkan anak muda untuk menumbuhkan jiwa nasionalis, mencintai negaranya dengan berbagai macam cara. Lewat lakon teater musikal Calon Arang mereka berinovasi. Menyesuaikan seiring dengan kemajuan peradaban dunia hingga menciptakan generasi milenial yang bangga akan tradisi lokal bangsanya
Berkolaborasi dengan beberapa komunitas lokal teater pelajar Banyuwangi kita mengajak generasi milenial untuk sadar, bahwa Indonesia yang terpisah oleh pulau pulau dengan beragam budaya adat istiadat mesti bersinergi untuk membangun bangsanya.
Begitulah yang disampaikan oleh seniman penggiat seni peran dunia perteateran Rudolf Puspa, sutradara drama musikal Calon Arang
Ia juga mengatakan, gerakan Teater Keliling adalah sebuah gerakan penyadaran lewat media perteateran ke pelosok-pelosok kota Jawa Bali. “Kapan lagi kita bisa berguna untuk Indonesia ini, yang sudah banyak dilupakan sejarahnya oleh generasi generasi penerus. Masyarakat pinggiran kotalah yang masih suci dan bersih yang bisa kita ajak untuk mengerti apa yang dimaksud dengan kata merdeka dari perjuangan para pahlawan dahulu,” ujarnya.
Atraksi ini juga untuk mengapresiasi bakat dan hobi kesenian anak muda Banyuwangi, yang berkolaborasi dengan Teater Keliling ” kata Hasan Basri Ketua Dewan Kesenian Blambangan
“Kami bangga anak-anak Banyuwangi ternyata memiliki kemampuan dalam seni peran. Penampilan mereka layaknya seni peran profesional,” tambah Hasan usai menyaksikan penampilan Teater Keliling tersebut.
Hasan Basri mendukung penyelenggaraan Teater Keliling ini , “Lewat teater keliling inilah sebagai usaha untuk menyadarkan masyarakat, khususnya generasi penerus bangsa Indonesia ini agar lebih bangga dengan negaranya sendiri dan memiliki peran yang inovatif untuk membawa perubahan yang lebih baik untuk bangsa ini kedepannya,” cetusnya.
Pentas Teater Keliling ini difasilitasi Dewan Kesenian Blambangan (DKB) yang bekerjasama dengan dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).
Panitia penyelenggara Yeti Chotimah menambahkan, melalui workshop tersebut menjadi wadah bagi para pelatih teater untuk bisa mengekspresikan kemampuannya.
” Melalui workshop ini, mereka bisa terfasilitasi dan bisa saling berkompetisi, tentu tetap dengan konsep mengedukasi lewat seni teater,” jelasnya.
Harapannya, kata Yeti even seperti ini bisa terus diselenggarakan secara berkelanjutan. ”Mudah-mudahan hasil pelatihan ini, akan mampu memberi bekal kepada guru seni budaya tentang kedisiplinan berlatih melalui seni teater ,” katanya.(Ilham Triadi)


Komentar