BANYUWANGI-Yayasan Aisyah El Manar Banyuwangi sinergi dengan Yayasan Safinda menggelar workshop Smart Teaching Pengembangan Potensi Guru melalui metode kuantum learning model Shine di Hotel Luminor-Solong, Kecamatan Kalipuro, Minggu (25/9).
Tampak hadir Kabag Kesra Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi H. M. Lukman, H. Basyir Khadim anggota DPRD, Camat Kalipuro dan Lurah Kalipuro, Kasie SD/MI Dinas Pendidikan serta Ketua Umum DPD BKPRMI Kab. Banyuwangi Achmad Sururudin, SE.

Menurut Ketua yayasan Ns. Yulifah Salistia Budi, M.Kep, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sebagai upaya peningkatan dan pengembangan kompetensi maupun potensi dari pendidik di kabupaten Banyuwangi untuk meningkatkan potensi siswa serta mendukung program nasional kurikulum merdeka belajar.
Sebagai narasumber Yayasan Aisyah El Manar mendatangkan trainer nasional Moh. Chudzil Chikmat, S.PdI, CHt, SHt dari Yayasan Saku Yatim Lumajang
Moderator yang juga Sekretaris Umum Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Ust Fathurrohman, S.Pd menjelaskan, peserta adalah guru ngaji dari perwakilan dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Banyuwangi. Tiap kecamatan diambil tiga guru ngaji perwakilan LPPTKA dan Badan Otonom BKPRMI serta utusan guru SD/MI/SMP/MTs dengan jumlah total peserta 130 orang.

Bupati Banyuwangi yang diwakili Kabag Kesra H. M. Lukman menyampaikan bahwa pemerintah daerah sangat mendukung adanya kegiatan workshop ini. Harapannya ada peningkatan pengetahuan dan metode dalam pemberian pembelajaran kepada anak didik, yang muaranya anak didik menjadi senang dan nyaman dalam menjalani proses pembelajaran.
Anggota DPRD Banyuwangi H. Basyir mengusulkan adanya tempat pelatihan terpadu, dimana para guru ngaji bukan hanya ditingkatkan keahlian pembelajarannya tapi juga keterampilan yang bisa menunjang kesejahteraannya.
Trainer nasional Moh. Chudzil Chikmat, S.PdI, CHt, SHt menyampaikan bahwa untuk menjadi pendidik yang asyik dan menyenangkan didalamnya harus ada unsur SHINE-nya. Apa itu SHINE…? SHINE merupakan kepanjangan dari S = spiritual, H = humanis, I = intelegent N = nasionalisme dan E = emotion. Beliau juga mengutip pendapat Imam Al Ghazali bahwa keberhasilan disandarkan pada empat hal yaitu tauhid, iman, syariah dan adab.
“Intinya bagaimana sebuah pengetahuan dapat masuk ke anak didik secara maksimal dan terintegrasi maksimal. Dengan cara-cara sederhana tapi bisa menyentuh dan tertanam ke anak didik,” ujar Ustadz Chikmat.
Sementara itu Ustadz Syamsul Hadi, Spd menyampaikan pesan bagaimana menghidupkan dan mengkreasikan lembaga sesuai dengan kebutuhan lingkungan dan masyarakat.
Dirda LPPTKA Banyuwangi ini juga memaparkan program kedepan yakni persiapan FASI, pelatihan brigade untuk tiap 3 perwakilan DPK yang usia pemuda.
Direktur Daerah Lembaga Bantuan Hukum & Advokasi (LBHA) H. Mujiono menambahkan, perlu adanya penguatan bidang hukum bagi para ustadz maupun guru formal yang nantinya akan diberikan bersamaan pelatihan K20.
“Semoga kedepan kemanfaatan ilmu kita, bisa membawa santriwan-santriwati menuju generasi emas 2045 yang mengedepankan akhlakul karimah,” tutur pengacara yang aktif di berbagai ormas dan LSM peduli pendidikan Koppiwangi ini. (Dafik&@guk)


Komentar