oleh

Program Banyuwangi Cerdas Bisa Juga untuk Disabilitas

Banyuwangi, Jurnalnews.com – Memperhatikan tak sampai 2,5 persen kaum disabilitas yang jadi sarjana,Bupati Ipuk Fiestiandani perintahkan Kadis Pendidikan untuk membuat skema solusi insan istimewa bisa jadi sarjana lewat program milyaran itu. Hal ini disampaikan Bupati Banyuwangi saat memberikan sambutan pada Festival Kita Bisa sekaligus Lounching Unit Layanan Disabilitas (ULD) di halaman Panti Asuhan Luar Biasa YKPTI, Sabtu (03/12/22).

Menindak lanjuti launching program Unit Layanan Disabilitas (ULD) Dinas Pendidikan sebagai inisiator sesuai dengan aturan dan ketentuan yang ada sebenarnya di Banyuwangi sudah diniatkan untuk ULD terintegrasi.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi  berharap dengan adanya ULD pihaknya berharap agar aktifitas pemberian layananan kepada penyandang Disabilitas lebih menyatu. Banyuwangi akan mengawali dengan memanfaatkan perkembangan ilmu teknologi pendekatan digital dengan program satu data.

“Baik Pendidikan,Kesehatan, Ketenagakerjaan maupun kependudukan, ”
jelas Suratno, S.Pd,MM, seraya siap laksanakan perintah Bupati bahwasannya Program Banyuwangi Cerdas tak hanya untuk masyarakat miskin. Peluang anak prestasi juga memungkinkan untuk diakomodasi juga.

IMG-20221204-WA0016

Adanya ULD Makin Menguatkan Banyuwangi Menjadi Kabupaten Inklusi yang dirintis sejak 2014.

”Sehingga satu anak akan bisa kita keroyok bareng-bareng untuk pemenuhan kebutuhan dasar baik pendidikan, kesehatan, perumahan, advokasi hukum yang dibutuhkan dan lain sebagainya. Sehingga pemenuhan hak-hak Disabilitas di Banyuwangi semakin bagus lagi. Selama ini sudah jalan tetapi memang masih parsial. Dengan adanya ULD akan mampu menjadi rumah bersama, ” jelas Suratno.

Menurut dia salahsatu permasalahan yang ada seperti yang disampaikan oleh bupati Banyuwangi adalah kebutuhan kantor yang reprsentatif dan menjadi prioritas untuk tahun 2023.
Selanjutnya beliau menuturkan pihaknya memiliki 250 guru pembimbing khusus yang terbiasanya memberikan layanan kaum berkebutuhan khusus dalam bidang pendidikan.

”Tentunya akan membutuhkan sinergitas dan kolaborasi dengan Dinas Sosial, Dinas Kependudukan, Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja Dinas Pemudan dan Olahraga serta instansi terkait lain dalam memberikan layanan yang terintegrasi,” tambahnya.

Lebih lanjut dia berharap  Banyuwangi  mampu menjadi kota yang mampu menjadi rumah yang menyenangkan buat siapapun termasuk kaum Disabilitas. Bupati  Banyuwangi saat membuka Festival Kita Bisa yang mengambil tema “Membangun Pendidikan Inklusi Dengan Kolaborasi Tanpa Batas“ itu

“Kami akan terus mendukung program-program inklusi di Banyuwangi dan kedepan sudah mempunyai planning bagaiman kota kita ini kota yang ramah Disabilitas. Bea siswa juga kita siapkan dan sekolah-sekolah semua sudah berbasis inklusi,serta dana paralimpic khusus atlit diffabel sudah pisah anggaran dengan KONI, ” jelas Bupati Ipuk yang juga memborong karya maupun kuliner yang dijual para diffabel.

Aktivis Kaum Cacat dari Komunitas Aura Lentera, Indah Catur Cahyaningtyas menyambut optimis sambung hati Festival Kita Bisa,ULD serta simpati empati Bupati.

“Kami akan sinergi untuk perkuat pembinaan atlit paralimpic maupun seniman penuh talenta lewat Sanggar Merah Putih’45. Lalu advokasi Nurhadi Windoyo lulusan Kejar Paket C alumni panti YKPTI dan puluhan tahun mengabdi di SDLBN A penuh drama luar biasa oleh yang awas,berharap bisa kuliah dan sarjana lalu dapat lebih sejahtera sesuai harapan semua buat calon Komnas Disabilitas asal Banyuwangi yang pernah jadi Ketua Pertuni itu, ” tutur Indah berupaya senyum didampingi Puji Winarsih–Difabel dari Komunitas Gotong-royong’45 itu.

Festival Kita Bisa juga ditandai penyerahan data kependudukan dan para juara lomba. Antara lain juara Vlog santri Panti Asuhan Luar Biasa KH Ahmad Dahlan yang sekolah SMP Muhammadiyah 3, Zain Ibnu Aura Naya.

“Haru, bingung dan sabar, “tutur Ibu Atik yang jauh datang dari Sragen untuk dampingi anaknya yang autis di Festival Kita Bisa.Festival ditutup dengan talkshow yang hadirkan 3 kadis, Komnas Disabilitas, Perkin’s USA yang peduli Tuna ganda dengan host Masfufah, S Pd dari Yayasan Matahati.(Aguk/YetiCh/JN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *