Pengurus Cabang Lesbumi (Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia) Nahdlatul Ulama Banyuwangi Jawa Timur memiliki acara yang cukup unik. Yakni Pesantogan, Gesahe Wong Pesisir Wetan. Malam itu mengambil tema Fenomena Spiritual Banyuwangi antara Agama dan Kebudayaan dengan menampilkan empat narasumber dari beragam latar belakang keragaman budaya, diantaranya : Taufik Wr. Hidayat ( Ketua Lesbumi Banyuwangi ), Kjn. Ilham Triadinagoro ( Dewan Kesenian Blambangan ), Pdt. Kristianto ( Gereja Jawi Wetan ) dan Sanusi Marheadi (Komunitas pelestari adat tradisi Osing).
Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Lesbumi dilaksanakan Akbar Cafe, jalan Tidar Kelurahan Singotrunan Banyuwangi , Jumat (9/4/2021) malam, ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Taufik Wr. Hidayat yang dibagikan kepada perwakilan Pengurus NU Banyuwangi, Ketua DKB , Pdt. Kristianto, Seniman dan pencipta lagu.

Turut hadir dalam kegiatan ini Hasan Basri Ketua DKB , H. Abdurrahman , pengurus Dewan Syuro PCNU Banyuwangi, Pengurus Lesbumi Banyuwangi, kolega Taufik di Komunitas Sastra, Perupa , budayawan dan pegiat Seni Budaya Banyuwangi dan diantara 100 orang yang hadir sebagian besar kaum millenial. Dia mengucapkan terima kasih tiada terhingga kepada panitia , Lesbumi Banyuwangi dan semua pihak yang telah membantu terselenggarannya kegiatan ini. Malam ini Lesbumi sengaja menampilkan Pesantogan, Gesahe Wong Pesisir Wetan.
Gus Ali Maki Ketua PCNU Banyuwangi yang membuka acara tersebut lewat virtual menyampaikan ucapan selamat harlah ke 59 Lesbumi , terima kasih kepada Lesbumi Banyuwangi “Saya mengucapkan terima kasih tiada terhingga kepada panitia , Lesbumi Banyuwangi dan semua pihak yang telah membantu terselenggarannya kegiatan ini, Lesbumi adalah rumah besar bagi kebudayaan Banyuwangi, sehingga semua bisa terpayungi, semakin didiskusikan semakin bagus , ” terus sajalah berkreasi ” sehingga bermanfaatlah Lesbumi.
“Tidak ada yang patut disampaikan kecuali semoga Allah SWT membalas segala amal perbuatan yang panjenengan lakukan. Lesbumi ini adalah salah satu garda terdepan Nahdlatul Ulama untuk membentengi budaya-budaya bangsa yang negatif, dari budaya-budaya yang merusak, norma-norma budaya di Indonesia. NU tidak hanya menjaga agama , lembaga-lembaga agama dan keagamaan. Tapi NU lebih dari itu, menjaga tradisi, menjaga budaya. Sehingga kalau tidak ada Lesbumi saya tidak tahu bagaimana nasib budaya dan tradisi yang telah digagas oleh Walisongo dan para sesepuh NU dalam meramu Seni Tradisi dan budaya . Budaya yang ada di lingkungan NU ini adalah hasil perkawinan diantara budaya di Indonesia dengan syariat Al Islamiyah,” kata Gus Ali Maki. Lebih lanjut Gus Maki menyampaikan , bahwa apa yang dilakukan Lesbumi Banyuwangi di bawah komando Saudara Taufik Wr. Hidayat malam ini adalah sesuatu yang belum tergarap oleh ulama, garapan kita di NU banyak , lewat kegiatan seperti ini Saya berharap Warga NU semakin cerdas dan bangga menjadi warga NU, tutur Gus Ali Maki , panggilan akrab KH. Ali Maki Zaini.
Sementara itu Ketua Lesbumi Banyuwangi Taufik Wr. Hidayat menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu suksesnya kegiatan “Alhamdulillah akhirnya kegiatan bisa berjalan dengan baik . Saya ucapkan terima kasih kepada , Gus Ali Maki Ketua PCNU Banyuwangi dan jajarannya.
Gus Fiq sapaan akrab Ketua PC Lesbumi NU Kabupaten Banyuwangi mengungkapkan, urgensi diadakannya acara ini tidak lain merupakan upaya pengembangan kebudayaan. “Kami rasa semua elemen harus berperan aktif dalam pengembangan kebudayaan yang ada. Karena kalau bukan kita yang melestarikan budaya maka siapa lagi yang akan melestarikan,” ungkapnya.
Dalam paparannya Gus Fiq menyampaikan bahwa Mari bersama-sama kita mencintai budaya khas dan asli Banyuwangi dengan hati dan nurani tentunya dengan niat yang ikhlas,” ungkap Ketua Lesbumi Banyuwangi tersebut.
“Apapun yang ada di sekitar kita itu adalah alat untuk berproses, sehingga kita bebas untuk berekspresi,” katanya.
“Untuk itu, mari kita sama-sama bergerak untuk menjaga tradisi adat dan budaya Banyuwangi
Ia berharap seni dan budaya yang ada di Kabupaten Banyuwangi semakin dinamis serta mendapat perhatian khusus dari pemerintah setempat. “Terakhir harapan kami dengan Harlah ke- 59 Lesbumi ini dapat membangkitkan kembali dan menyampaikan kebaikan berdasarkan kebenaran ala Ahulussunnah wal Jamaah An-nahdliyah,” tutupnya.
Even Gesah diselingi dengan penampilan kelompok musik Maiyah.(Ilham Triadi)


Komentar