Bangorejo-Pawai kelulusan sekolah yang dilakukan ratusan pelajar SMA di Jalan raya Kanal Bangorejo Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, dibubarkan polisi dan Satpol PP, Selasa (2/5/2017). Para pelajar yang mengenakan seragam SMA yang sudah dicoret coret itu berhamburan melarikan diri saat mengetahui kedatangan petugas. Meski sebenarnya polisi sendiri hanya menghalau saja.
Namun sedikitnya 4 pelajar yang terdiri dari 3 pelajar pria dan 1 perempuan diamankan. Mereka dinaikan ke mobil patroli dan dibawa ke Polsek Bangorejo. Pembubaran itu dilakukan karena pawai pelajar dianggap mengganggu ketertiban berlalu lintas dan meresehakan.

Iring-iringan sepeda motor peserta pawai memenuhi badan jalan disepanjang jalur yang dilalui. Itu membuat pengendara dari arah berlawanan harus berhenti karena takut menjadi sasaran kenakalan para remaja tersebut. Terlebih, semua peserta pawai tidak mengenakan helm.

Bahkan tidak sedikit pelajar putri yang ikut pawai bersikap tidak sopan. Dengan membonceng ala laki-laki, banyak rok mereka tersingkap dan menampilkan bagian pahanya. Dengan bangga sesekali mereka berdiri dengan kaki bertumpu pada pedal pijakan kaki motor.
“Kami sebetulnya antisipasi agar pawai ini tidak berujung pada kecelakaan atau bahkan tawuran pelajar,” ujar salah satu polisi.
Pawai pelajar ini akhirnya terpecah beberapa kelompok dan memilih untuk kabur melalui jalur persawahan. Adapula yang masuk ke jalan permukimanan. Fenomena pawai kelulusan sekolah tingkat SMA seperti ini selalu berulang setiap tahunnya. (Rony Subhan/Jn)


Komentar