Gandrung Obor: Ajang Sosialisasi Berbalut Seni Nan Memikat Hati

Gandrung Obor: Ajang Sosialisasi Berbalut Seni Nan Memikat Hati
Acara gandrung obor. (Ron/JN)
Spread the love

Cluring-Sosialisasi bahaya Narkoba dan HIV/Aids yang digelar Pemerintah Desa Tampo terbilang unik. Acara sosialisasi hasil kerjasama dengan Dinas Kesehatan Banyuwangi serta Unit Reskoba Polres Banyuwangi itu dikemas dengan pagelaran Gandrung Obor, Selasa (8/8/2017) malam.  Alhasil, ratusan warga berjubel di lokasi hingga acara berakhir.

Selain tari Gandrung, warga juga dihibur dengan lawak. Disela acara hiburan diisi dengan paparan bahaya Aids/HIV dari Dinas Kesehatan dan bahaya narkoba dari Satuan Reskoba Polres Banyuwangi.

“Sengaja kita kemas seperti ini agar acara tidak monoton, warga manjadi betah,dan tujuan kita sosialisasi juga tersampaikan kepada masyarakat banyak,” jelas Kepala Desa Tampo Suparno, ditemui disela acara.

Memang, sebelum acara berlangsung warga sudah terlihat memadati lokasi pagelaran. Separuh luas lapangan Desa Tampo terlihat penuh dengan warga. Dari anak-anak, remaja hingga orang tua, laki-laki dan perempuan. Mereka semakin terlihat antusias saat penari gandrung mulai menari. Terlebih, penyelenggara menyediakan hidangan berupa hasil bumi.

Apalagi suasana temaram dari api obor disekeliling pentas seoalah membuat yang hadir berada dimasa lampau. Dimana pada jaman dahulu pagelaran gandrung mengandalkan obor sebagai penerangannya. Tidak hanya warga yang terlihat betah. Para tamu undangan dari Muspika Cluring dan nara sumber dari Sat Reskoba Polres Banyuwangi serta Dinas Kesehatan juga merasa kagum.

“Saya baru kali ini memberikan penyuluhan yang berada diluar ruangan. Cerdik mengemas acaranya, saya lihat masyarakatnya  juga sangat antusias,” kata Kaurbinop Sat Reskoba Polres Banyuwangi, Iptu Suryono Bakti, ditemui usai acara.

Dia bahkan mengapresiasi upaya Pemerintah Desa Tampo tersebut. Karena pada dasarnya sosialisasi akan lebih maksimal bila materi yang disampaikan didengar warga dalam jumlah banyak.  Semisal sosialisai bahya narkoba, dimana dari Januari-Ag ustus ini sudah ada 125 kasus narkoba dan 149 orang pelaku yang  ditangani Polres Banyuwangi.

“Maka perlu sosialisasi seperti ini agar masyarakat bisa waspada terhadap narkoba selain bahaya juga dilarang,” tuturnya sembari mewanti-wanti masyarakat untuk tidak mendekati narkoba. (Ron/JN)

Tags: ,
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan