Pertamini Tidak Miliki Standar Kelayakan

Pertamini Tidak Miliki Standar Kelayakan
Ilustrasi Pertamini.(Internet)
Spread the love

Banyuwangi-Bisnis pengisian bahan bakar minyak (BBM) dengan menggunakan pompa elektrik mirip di SPBU resmi, atau biasa disebut Pertamini sudah menjamur di Banyuwangi. Rupanya, mayoritas usaha Pertamini itu belum berizin. Karena memang hingga saat ini tidak ada dasar hukum pendirian Pertamini.

Kepala dinas Perindustrian dan Perdagangan Banyuwangi Ketut Kencana menjelaskan, keberadaan usaha Pertamini tidak memiliki standar baku dan kelayakan jual hingga berpotensi merugikan konsumen. Disisi lain tidak ada dasar hukum apapun yang memperbolehkan pendirian Pertamini hingga saat ini.

“Pemerintah tidak bisa memberikan perlindungan jika ada konsumen yang dirugikan oleh pertamini tersebut,” tegasnya ditemui JurnalNews.com, Jumat (11/8/2017).

Pompa eletrik yang digunakan Pertamini tidak diketahui apakah hitungan liter yang dikeluarkan sesuai dengan harga rupiah yang dibayar konsumen. Karena pihaknya, kata Ketut, tidak bisa melakukan tera ulang pada mesin pompa elektrik yang digunakan Pertamini.

“Pemerintah juga tidak bisa menjamin apakah jenis bensin yang dijual murni pertamax atau campuran dengan jenis lain,” tambahnya.

Sebenarnya, masih kata Ketut, pendirian pertamini bisa dilakukan  secara sah atau legal dengan syarat usaha Pertamini berada dibawah naungan badan usaha milik desa atau BUMDes atau koperasi. Sehingga ada lembaga yang menjadi tanggung jawab melakukan pembinaan.

“Syarat lainnya, penjualan minimal 1000 liter,” cetusnya.

Lantas apakah Pertamini yang ada akan ditertibkan? Ketut mengaku tidak dapat berbuat banyak, karena bukan kewenangannya untuk menertibkan Pertamini yang tersebar dihampir semua wilayah Banyuwangi. Menurutnya kewenangan itu ada pada pihak Satpol PP.

“Itu kewenangan ada pada Satpol PP,” pungkasnya.

Tags:
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan