Dinas Pertanian Turunkan Tim Atasi Serangan Ulat Bulu

Dinas Pertanian Turunkan Tim Atasi Serangan Ulat Bulu
Serangan ulat bulu. (Ito/JN)
Spread the love

Kalipuro-Kemunculan ulat bulu di Lingkungan Tanjung/ Solong, Kelurahan Klatak, tak hanya membuat warga sekitar resah. Tapi, Dinas Pertanian Banyuwangi yang mendengar laporan itu juga terheran-heran.

“Cuma kok begitu besarnya. Besar populasinya itu yang kini sedang dipelajari oleh teman-teman di lapangan,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi, Arief setiyawan, saat dikonfirmasi ditelepon seluler, Senin (14/8/2017).

Arief menjelaskan, kemunculan ulat bulu memang kerap kali terjadi. Terlebih saat masa peralihan musim dari penghujan ke musim kemarau.

“Kalau jenisnya memang ulat bulu. Ini memang bisa muncul karena alam
dan karena musim,” terangnya.

Hingga saat ini, pihaknya telah melakukan langkah antisipasi dan pencegahan terhadap keberadaan ribuan ulat bulu tersebut. Caranya, dengan melakukan penyemprotan secara masal ke tempat-tempat munculnya ulat bulu di sekitar rumah warga.

“Kita sudah lakukan action di lapangan, dengan melakukan penyemprotan menggunakan pestisida. Nanti kita akan lihat bersama hasilnya seperti apa,” imbuhnya.

Dinas Pertanian juga mulai menginventarisir segala kemungkinan yang bakal terjadi kedepannya. Salah satunya mendeteksi sejak dini keberadaan ulat hingga di luar radius tempat kemunculannya saat ini.

“Kita telah antisipasi hingga ke luar jarak radius munculnya ulat. Kita ingin memastikan di tempat lain apakah juga serangan serupa,” jelasnya.

Sebelumnya, kenyamanan warga di Lingkungan Tanjung, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro terusik oleh munculnya ribuan ulat bulu di sekitar rumahnya.

Dahan pohon, pelataran hingga rumah menjadi tempat singgah kawanan ulat bulu ini. Tak ayal, banyak warga yang mulai resah sekaligus gundah karena munculnya ulat bulu tersebut mengganggu aktivitas warga.

Sejak dua hari terakhir, ulat seukuran sapu lidi itu masif menggeliat dan menyerang rumah warga. Kawanan itu menghabiskan dan merusak tanaman yang dihinggapinya. Daun tanaman yang tumbuh hijau, ludes tak bersisa dibuatnya.

“Sudah dua hari ini ulatnya masuk rumah. Mulai malam lalu sudah banyak masuk ke rumah,” ujar Nurul, warga yang tinggal di Lingkungan Tanjung/ Solong RT 002/001, Kelurahan Klatak, Senin (14/8/2017).

Makin tak terkendali, saat binatang yang tergolong jenis herbivora ini mulai masuk ke rumah warga. Tak sekedar menghampiri rumah, serangan ulat bulu juga membuat dampak yang negatif bagi kesehatan. Pasalnya, bulu pada ulat ini ternyata mengakibatkan gatal-gatal pada kulit.

“Banyak yang masuk rumah sampai ke tempat makan. Saya merasa jijik, apalagi kalau kena kulit gatal sekali,” katanya. (Ito/JN)

Tags:
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan