Pelayanan Kesehatan Hewan Ternak Selama Agustus Ini Gratis

Pelayanan Kesehatan Hewan Ternak Selama Agustus Ini Gratis
Ramai-Situasi pasar hewan Kradenan di Desa Kradenan yang ramai dikunjungi pembeli dan pedagang ternak. (Ron/Jn)
Spread the love

Banyuwangi-Pelayanan Kesehatan Hewan Ternak Terpadu Banyuwangi telah diluncurkan di 25 kecamatan. Gunanya, program ini untuk lebih intensif memberikan pelayanan sehingga dapat meningkatkan kesehatan hewan di Bumi Blambangan ini.

Sebagai salah satu daerah dengan populasi ternak terbesar di Jawa Timur, sudah barang tentu pelayanan kesehatan perlu diperhatikan. Sebut saja sapi, di Banyuwangi populasi ternak ini mencapai 114 ribu dan kambing/domba sebanyak 216 ribu.

Selain ladang konsumsi daerah sendiri, tak menuntut kemungkinan ternak di Banyuwangi juga dibutuhkan daerah lain di sekitarnya.

“Untuk mempertahankan populasi ini, kami ingin memastikan kalau ternak asal Banyuwangi itu sehat dan layak konsumsi. Karena itu, kesehatan ternak menjadi fokus utama kami lewat program pemeriksaan kesehatan agar ada jaminan kesehatan ternak hewan pada masyarakat,” jelas Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Banyuwangi, Arief Setiawan, Senin (14/8/2017).

Beberapa yang menjadi target layanan ini berlaku menyeluruh. Mulai penyuluhan kesehatan hewan, pengobatan, hingga pemeriksaan kebuntingan bisa diikuti peternak tanpa dikenakan biaya.

“Target program ini melayani 10 ribu hewan ternak, dan kami prioritaskan bagi peternak skala kecil bukan peternak skala besar. Pelayanan ini juga untuk memastikan kondisi ternak sehat menyambut hari raya kurban,” kata Arief

Pemeriksaan kesehatan ini, kata Arief, dilakukan di setiap kecamatan oleh tim pelaksanana yang terdiri atas dokter hewan, dan petugas pemeriksa alat-alat reproduksi. Tim ini berasal dari petugas pos kesehatan hewan (Poskeswan) yang ada di 12 kecamatan.

“Selain tim pelaksana juga akan ada tim monitoring dari Dinas kesehatan untuk memastikan pelaksanaan pelayanan kesehatan berjalan dengan baik,” terangnya.

Dari hasil pemeriksaan tim setelah program ini berjalan, penyakit yang umum ditemui pada ternak adalah penyakit yang mudah ditangani. Seperti cacingan, penyakit kulit, miasis atau luka dan adanya parasit ditubuh hewan.

“Alhamdulillah yang banyak ditemui tergolong mudah penanganannya. Tidak ditemukan penyakit  yang berbahaya, seperti anthraks. Pada beberapa kasus juga ditemukan hewan yang kurang nutrisi,” ujarnya.

Selain pengobatan, lewat program ini semua hewan ternak baik  yang sakit maupun yang sehat juga mendapatkan suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh hewan. Sseperti multivitamin, obat cacing dan mineral sebagai pakan tambahan. Selain itu juga dilakukan vaksinasi kepada populasi anjing warga untuk mengantisipasi virus rabies.

“Tujuannya agar hewan ternak terus sehat, sehingga produksinya tinggi dan bisa menyejahterakan pemilik ternak,” pungkas Arief. (Ito/JN)

Tags:
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan