Pengusaha Was-was Pajak Hiburan 35 Persen Bunuh Bisnis Karaoke

Pengusaha Was-was Pajak Hiburan 35 Persen Bunuh Bisnis Karaoke
Ilustrasi. (Internet)
Spread the love

Banyuwangi-Para pengusaha tempat hiburan di Banyuwangi menyayangkan kenaikan pajak tempat hiburan di Banyuwangi. Karena kenaikan pajak daerah hingga 35 persen tersebut akan berpotensi terhadap sepinya pengunjung tempat hiburan, utamanya tempat karaoke karena akan berdampak pada kenaikan harga sewanya.

Perkumpulan Pengusaha Hiburan Banyuwangi (PPHB) Fafan Luika mengatakan  kenaikan pajak hiburan hingga 35 persen akan membunuh tempat hiburan di Banyuwangi. Terlebih saat ini, harga sewa tempat hiburan di Banyuwangi menurutnya lebih mahal dari kota besar seperti Surabaya, yang pajaknya hanya 25 persen.

Diakuinya, pajak daerah sebesar 35 persen berasal atau diambilkan dari konsumen atau tamu yang menyewa tempat hiburan seperti tempat karaoke yang dikelolanya. Sehingga pajak itu akan memberatkan tamu. Praktis tamu akan enggan berkunjung ke tempat hiburan. Yang selanjutnya tempat hiburan bakal banyak yang gulung tikar.

“Padahal usaha tempat hiburan ini juga membuka lapangan kerja baru,” katanya, Selasa (15/8/2017).

Sedangkan dengan pajak 10 persen yang diterapkan sebelumnya, ditambah pengetatan aturan room karaoke yang harus berpintu kaca transparan, jumlah pengunjung tempat hiburan menurun hingga 50 persen. Hal tersebut diperparah dengan aturan jam buka tempat karaoke yang dibatasi hingga jam 12 malam.

“Ketimbang menaikkan pajak tempat hiburan hingga 35 persen, pemerintah dirasa perlu melakukan pengetatan atau memaksimalkan penarikan pajak hiburan, jika pemerintah ingin meningkatkan pendapatan asli daerah. Karena selama ini disinyalir, penarikan pajak hiburan masih belum maksimal, lantaran ada beberapa pengusaha yang terkesan kucing kucingan jika ditarik pajak,” ungkapnya.

Pemilik Fun-fun karaoke di Desa Kedayunan Kecamatan Kabat ini menambahkan, pihaknya akan berkordinasi dengan pengusaha tempat hiburan lainnya di Banyuwangi untuk mengambil sikap lanjutan. Karena sebelumnya, para pengusaha tempat hiburan sudah mengadu ke DPRD Banyuwangi terkait keberatannya jika pajak tempat hiburan dinaikkan. Namun tidak ada tanggapan.

DPRD Banyuwangi pada,  Senin (14/8/2017)  kemarin mengesahkan raperda tentang pajak hiburan. Materi raperda yang merupakan revisi Perda Nomor 2 tahun 2011 tersebut mengamanatkan  tentang kenaikan tarif pajak tempat hiburan dan pajak parkir di Banyuwangi antara 10 hingga 25 persen dari tarif sebelumnya.

Sejumlah pajak daerah yang dinaikkan berasal,dari pajak tempat hiburan. Seperti pajak karaoke keluarga yang awalnya 10 persen, menjadi 25 persen dan naik kembali menjadi 35 persen. Kenaikan pajak itu juga menyasar permainan Bilyard dan bowling dan tempat hiburan ketangkasan seperti pacuan kuda. Selain itu, pajak usaha panti pijat refleksi dan pusat kebugaran atau fitnes center juga naik sebesar 35 persen. (Fir/JN)

Tags:
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan