Polisi Ini Kirim Surat ‘Cinta’ ke Mantan Pedagang Miras

Polisi Ini Kirim Surat ‘Cinta’ ke Mantan Pedagang Miras
Kanit Binmas Polsek Purwoharjo menunjukan dokumen surat 'cinta' yang dikirimkan ke para mantan penjual miras. (Irl/JN)
Spread the love

Purwoharjo-Diam-diam Polsek Purwoharjo mengirim surat ‘cinta’ kepada para mantan penjual minuman keras di wilayah hukummya. Surat cinta ini bentuk rasa terima kasih, penghargaan dan sekaligus dukungan moral. Sejauh ini sudah ada tiga pucuk surat cinta yang dikirimkan ke tiga orang berbeda.

Pengiriman surat cinta ini diinisiasi Unit Bimbingan Masyarakat (Binmas) dan Unit Sabhara Polsek Purwoharjo. Surat cinta ini adalah surat resmi berkop Polsek Purwoharjo, tercantum nomor register dan dibumbuhi tanda tangan Kapolsek Purwoharjo AKP Ali Azhari, lengkap dengan stempelnya.

Kanit Binmas Polsek Purwoharjo Aiptu Sunardi menuturkan, surat cinta itu berisi ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada  pedagang miras yang memilih berhenti berjualan. Keputusan mereka itu dianggap salah satu bentuk dukungan kepada Polri untuk menjaga ketertiban, keamanan ditengah masyarakat.

“Surat cinta ini kemudian diakomodir Kapolsek, setiap ada warga yang selama ini terindikasi berjualan miras dan memilih untuk berhenti, kita akan kirimkan surat tersebut. Bahkan Pak Kapolsek sendiri ikut mengantar suratnya ke yang bersangkutan,” jelasnya, ditemui JurnalNews.com, di kantornya, Rabu (16/8/2017).

Sejauh ini, di buku catatan keluar masuk surat Polsek Purwoharjo sudah ada tiga orang yang menerima surat cinta tersebut. Mereka yakni, SL, INP dan PT. Sebelum berhenti berjualan miras, ketiganya dikenal sebagai pemain lama dalam urusan miras. Dan beberapa kali pula dijerat dengan tindak pidana ringan (tipiring). Keputusan berhenti menjual miras seiring dengan pendekatan aparat  yang cukup memakan waktu lama.

“Kita dekati terus menerus, untuk membangun kesadaran hukum kepada ketiganya. Syukur Alhamdulillah ternyata mereka diam-diam berhenti. Saat tah,  kita kirimkan sepucuk surat kepada mereka sebagai rasa terima kasih kami,” tambahnya.

Meski hanya sepucuk surat surat namun mampu memberikan dorongan moral yang besar bagi penerimanya. Seperti yang disampaikan ST, istri dari SL, salah satu mantan pedagang miras. Saat menerima surat cinta dari Polsek Purwoharjo, dia merasa diberikan dukungan sekaligus diperhatikan dan diayomi. ST sendiri sebelumnya membantu SL, suaminya menjual miras di toko kelontongnya.

Namun menurutnya, bisnis miras tidak lantas membuatnya hidup tenang. Justru muncul ketidakharmonisan dalam kehidupan keluarganya. Dia dan suaminya kerap bertengkar dengan kedua anaknya yang mulai berani menyampaikan protesnya, kenapa orang tuanya memperdagangkan miras meski mengantongi ijin.

“Anak saya yang nomor dua saat ini kuliah, dia sering protes karena malu orang tuanya menjual miras.  Saya juga malu dengan menantu saya, orangnya tekun beribadah. Tapi saya berhenti bukan hanya karena itu saja, tapi memang berjualan miras tidak membuat hidup tenang, uangnya tidak berkah, itu yang saya rasakan” katanya.

Selepas tidak lagi menjual miras, St dan suaminya merasa tenang menjalani hidupnya. Tidak ada lagi rasa malu kepada masyarakat. Tidak ada lagi rasa was-was akan digerebek aparat berwajib. Tidak lagi dihantui rasa bersalah akan dampak miras yang terjadi. Tidak ada lagi sales miras yang mengganggunya. Semua kehidupannya berjalan normal lagi.

“Saya malu kepada masyarakat. Apalagi kalau dirazia, seolah saya ini seperti habis  maling. Tapi sekarang hidup saya dan suami jadi tenang. Saya terima kasih kepada Polsek sudah peduli dengan keputusan saya,” pungkasnya. (Irl/JN)

Tags: ,
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan