Perumahan Wajib Sediakan Fasum dan Fasos yang Memadai

Perumahan Wajib Sediakan Fasum dan Fasos yang Memadai
Ilustrasi. (Internet)
Spread the love

Banyuwangi-Dinas Perumahan dan Pemukiman Banyuwangi didesak untuk bersikap tegas terhadap pihak pengembang perumahan atau developer yang tidak taat aturan. Desakan disampaikan Komisi 4 DPRD Banyuwangi, menyikapi banyaknya keluhan masyarakat perihal ketersediaan fasilitas sosial (Fasos) dan fasilitas umum (Fasum) di perumahan.

Ketua Komisi 4 DPRD Banyuwangi Salimi menegaskan, pengembang perumahan harus taat aturan dengan menyediakan lahan seluas 30 persen dari total lahan yang digunakan untuk perumahan. Luas Lahan 30 persen, itu harus digunakan untuk fasos dan fasum. Berupa sarana ibadah, jalan, drainase, ruang terbuka hijau dan pemakaman.

“Selama ini saya kerap menerima keluhan dari warga tentang adanya pengembang yang kurang maksimal menyediakan fasos fasumnya. Dinas terkait harus mendorong pihak devoleper untuk taat aturan,” katanya, Rabu (16/8/2017).

Salimi memberi contoh kasus yang terjadi di Perumahan Wahana Pengatigan Indah (WPI) di Kecamatan Rogojampi. Dimana 4 warga perumahan WPI di Desa Pengatigan, dilaporkan PT Rega Handika selaku pengembang perumahan ke Polsek Rogojampi. Warga yang meminta haknya berupa penyediaaan lahan untuk fasos  dan fasum justru dipolisikan karena dianggap menggunakan tanah tanpa persetujuan pemilik.

“Pemerintah daerah dalam hal ini camat atau kades serta Dinas Perumahan dan Pemukiman, harus menjadi fasilitator atau penengah dalam menyikapi permasalahan tersebut. Agar tidak berlarut larut hingga masyarakat dirugikan,” desaknya. (Fir/JN)

Tags:
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan