oleh

Integrasi Kampung KB Bersama Mitra Kerja 2017 Digelar Di Desa Sarongan.

PESANGGARAN – Integrasi Kampung KB bersama Mitra Kerja 2017 digelar di pelataran Halte Desa Sarongan Kecamatan Pesanggaran, Kamis (27/11l2). Kegiatan ini digelar dalam rangka memantapkan fungsi Kampung KB sebagai pelaksana program KKBPK (Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga) yang ada diwilayah Kabupaten Banyuwangi.

Acara tersebut dihadiri oleh Aparatur Desa Sarongan dan Anggota DPRD Banyuwangi Eko Hariyono dan perwakilan BKKBN Propinsi Jawa Timur Karnadi Sigit kepala bidang latihan dan pengembangan (Lakbang) dan kepala BKKBN Banyuwangi Muhammad

Menjadi nara sumber, selain Kepala BKKBN Banyuwangi Muhamad Wajiwa, juga perwakilan BKKBN Propinsi Karnadi Sigit sebagai Kepala Bidang Latihan dan Pengembangan (Lakbang).

Menurut Karnadi sigit,” Kampung KB kalau dievaluasi belum nampak. Sebab masih sebatas mencanangkan. Tetapi ada kegiatan pendukung seperti Posyandu dan Pelayanan KB serta peran para petugas KB di wilayah setempat,” menurut Karnadi Sigit Kepala Biadang (Lakbang).

Kepada para kader di wilayah setempat, ia berpesan agar terus membangkitkan semangat masyarakat ikut KB.

Hal itu disampaikan pada acara Integrasi Kampung KB Bersama Mitra Kerja 2017 di halaman Terminal Desa Sarongan kemarin, Kamis (27/12).

Dalam acara itu Anggota Komisi IX DPRD Eko Hariyono mengemukakan bahwa integrasi kampung KB tidak hanya mensosialisasikan tentang KB saja.Tetapi bagaimana mewujudkan keluarga yang bahagia dan sejahtera.

Eko Hariyono menambahkan acara ini terwujud berkat suport dari bapak Nur Suhud anggota DPR- RI Komisi IX yang membidangi tentang kesehatan dan ketenagakerjaan.

Sememtara, Muhammad Pua jiwa, didalam mewujudkan keluarga bahagia dan sejahtera, ada 4T. Yaitu Jangan Terlalu Muda, dimaksudkan untuk menghindari pernihakan dini dengan mantaati menikah usia 20 tahun untuk wanita dan usian 25 tahun untuk laki-laki.

Kemudian, tidak boleh Terlalu Tua untuk menghidari resiko. Selanjutnya, tidak boleh Terlalu Dekat, agar bisa memperhatikan pendidikan dan kasih sayangnya kepada anak.

“Jadi semuanya biar mendapatkan yang optimal,” tandas Muhammad Pua Jiwa.

Yang ke empat, yaitu tidak boleh Terlalu Sering ibu melahirkan.

“Saya mengharap dan imbau. Kalau kita tidak mulai dari kita sendiri mau siapa lagi ? Yang sudah melaksanakan KB, ke depannya melaksankan KB yang berjangka panjang. Jadi tidak hanya pil, suntik dan kondom, melainkan bisa ke KB MKJP,” ujarnya.

Acara diselingi hiburan tari kreasi dan seni jejer gandrung, dan ditutup dengan pembagian aneka dorprize serta bantuan alat olah raga seperti sepedah. (Rony).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *