Ribuan Keris Indonesia Berada Di Belanda, Ketua SNKI Berharap Kembali

Ribuan Keris Indonesia Berada Di Belanda, Ketua SNKI Berharap Kembali
Spread the love

MATARAM – Pameran dan bursa keris di Taman Mayura Lombok Mataram NTB (Nusa Tenggara Barat) pada Minggu lalu (06/05) membuat Fadli Zon DPR-RI dan juga ketua SNKI (Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia) mempunyai keinginan terhadap Keris Indonesia yang ada diluar Negeri kembali ke Indonesia. Sabtu (12/05/2018).

Pameran keris di NTB Mataram Lombok sebagai rangkaian memperingati Hari Keris Dunia.

Dalam sambutannya Fadli Zon menyampaikan bahwa Indonesia harus melakukan diplomasi budaya untuk menarik keris-keris yang ada diluar negeri karena mempunyai arti penting terhadap sejarah bangsa Indonesia seperti simbul-simbul kebesaran kerajaan jaman itu.

“Pemerintah harus melakukan diplomasi budaya guna membawa kembali keris-keris yang ada diluar negeri,” terangnya.

Keris-keris yang ada diluar negeri kebanyakan keris yang bersejarah bagi Indonesia, kerisnya para pahlawan seperti keris milik pangeran Diponegoro, Imam bonjol, Teuku Umar, Patimurah dan pahlawan lainnya.

Fadli Zon, saat menghadiri pameran keris dilombok dan melihat-lihat berbagai jenis keris yang dipamerkan pada bursa keris yang diadakan sebagai rangkaian hari keris Dunia. Wakil Ketua DPR RI itu menyatakan harusnya bisa memulangkan keris-keris hasil karya para empu zaman kerajaan yang tersimpan disejumlah musium salah satunya di Belanda.

“Banyak keris kita disana.Mestinya bisa dipulangkan kalau pemerintah mau meminta, tapi bagaimana mau pulang, diminta saja tidak,” kata Fadli Zon.

“Diperkirakan ada lima ribu keris hasil karya nenek moyang bangsa Indonesia yang tersimpan di Volkenkunde Museum dan Tropen Museum Belanda.” Tambahnya

Semua benda bersejarah tersebut dibawa dari berbagai peristiwa pada masa Hindia Belanda. Dari ribuan keris yang berada di tangan Pemerintah Belanda, ada keris beberapa Pahlawan Nasional.

Ada juga keris Singo Barong yang diduga milik pembesar Kerajaan Mataram. Selain itu, ada dari masa puputan Badung dan beberapa puputan (perang penghabisan) di Bali.

“Sebenarnya, pemerintah bisa secara resmi meminta agar Belanda memulangkan keris bersejarah, apalagi yang milik tokoh-tokoh tertentu karena nilai sejarahnya tinggi,” ujar Fadli Zon.

Ketua Umum Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia itu mengatakan, keris sudah menjadi warisan agung budaya dunia dan menjadi bagian dari tradisi budaya Nusantara. Hampir seluruh Indonesia, khususnya di Pulau Lombok, dijumpai artefak keris yang luar biasa dari sisi sejarah dan pusaka. Bahkan estetika yang tinggi dan merupakan kekayaan Nasional.

Masih cerita Fadli Zon Politisi dari Partai Gerindra itu menyampaikan keris harus terus dilestarikan dan disosialisasikan agar semakin banyak pengoleksi, terutama dari generasi muda.

“Perlu dilakukan semacam kampanye dan edukasi supaya keris tidak dilihat sebagai sesuatu yang selalu dekat dengan mistik, walaupun kita akui hampir semua agama meyakini kegaiban, tapi bukan berati keris itu selalui identik dengan mistik atau klenik,” kata Fadli Zon, pria yang memiliki ribuan koleksi keris itu.(Tim/Rny).

Lipsus : Ilham.
Editor : Rony.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan