Bau Menyengat, Ternyata Duda Beranak Tiga Itu Meninggal Di Dalam Rumahnya

Bau Menyengat, Ternyata Duda Beranak Tiga Itu Meninggal Di Dalam Rumahnya
Foto: Doc dirumah korban
Spread the love

BANYUWANGI – Di ketemukan sesosok mayat dengan kondisi sudah membusuk dikamar rumahnya pukul 07.00 wib oleh salah satu warga yang hendak kesawah, pristiwa itu di Dusun Sumberjeruk Desa Taman Agung Kecamatan Cluring. Senin (17/02/2020).

Pria tersebut bernama Poniran (60), pria itu hidup sendiri sejak bercerai 5 tahun lalu. Poniran menikah dengan wanita asal Gembiritan bernama Manir (54), mempunyai 3 anak. 2 laki – laki 1 perempuan.

Pada saat itu, seorang warga bernama Nurohim (45) melintas didepan rumah korban, ia hendak beraktivitas seperti biasa yaitu ke sawah untuk melihat tanaman jeruk miliknya.

Sebumnya Nurohim tidak menaruh curiga, namun setelah dirinya mencium bau busuk yang menyengat. Akhirnya Nurohim pulang tidak melanjutkan ke kesawah, melainkan memanggil tetangganya bernama Arifin (42).

Selanjutnya, Nurohim menceritakan jika dirinya mencium bau busuk yang menyengat yang keluar dari rumah korban, lalu Arifin mengajak teman satu lagi bernama Winarso (42) mereka semua bertetangga.

Ketiga warga tersebut langsung menuju rumah korban. Sesampai didepan pintu, mereka langsung mendobrak pintu. karena pintu terkunci dari dalam.

Mereka bergegas menuju kamar korban, dan ternyata bau busuk tersebut berasal dari korban yang sudah membusuk yang diduga sudah meninggal beberapa hari lalu.

Salah satu dari mereka sepontan mengabarkan ke warga lain dan juga langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Cluring.

Foto: Doc, dirumah korban

Foto: Doc, dirumah korban

Mendengar kejadian tersebut Kapolsek Cluring AKP Bejo Madrias membenarkan jika dirinya menerima laporan warga, bahwa ditemuakan sesosok mayat yang sudah membusuk.

“Kami menerima laporan dan langsung menuju lokasi dan benar ditemukan warga sesosok mayat dirumahnya sudah membusuk.” Terangnya.

Warga berbaur bersama anggota Polsek Cluring dan tim medis dari Puskesmas Benculuk membawa korban ke Puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan dan hasilnya tidak terdapat tanda – tanda kekerasan.

“Hasil dari pemeriksaan yang dilakukan oleh tim medis Puskesmas, tidak ditemukan tanda – tanda kekerasan, dan korban meninggal sejak hari sabtu.” Ucap Kapolsek.

Selanjutnya, korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan, karena keluarga korban tidak menghendaki di lakukan autopsi.

Menurut keterangan salah satu keluarga korban. Poniran pernah mengeluhkan sesak napas. (Rony//JN).

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan