Warung D’Lakon pada tanggal cantik Hari Belanja ASN,Minggu 8.8 2021 adalah hari yang akan membuat pelaku UMKM yang tergabung dalam Gotong Royong ’45 bekerja lebih keras untuk bisa memajukan para pelaku UMKM pada periode 2021-2023 baik itu anggotanya maupun khalayak umum.
Asosiasi Usaha Mikro Kecil Menengah Gotong Royong ’45 di dirikan pada Tanggal 14 Juli 2021 dengan tempat Seketariat di Warung D’Lakon Jalan Borobudur 4 depan pintu Kantor Bupati Banyuwangi ini mempunyai anggota dengan berbagai macam usaha yang berbeda dan dari Kecamatan yang berbeda di Wilayah Kabupaten Banyuwangi.

Dilantik oleh Ketua Perkumpulan Komunitas Gotong-royong’45,Aguk Wahyu Nuryadi didampingi Mentor UMKM Naik Kelas Jatim,Yeti Chotimah, M.Pd terpilih sebagai Ketua UMKM Asosiasi Sinergi Gotong Royong 45 adalah Oktarina Sri Hidayati.
Di era tekhnologi digitalisasi bukan menjadi tantangan lagi, Justru akan membawa kemudahan akses yg lebih luas jangkauannya. Karena itu dituntut kecerdasan pengetahuan ilmu bermedsos yang aman dan nyaman untuk pemenuhan kebutuhan promosi on-line, serta menghindari kejahatan medsos, perlu adanya pengetahuan UMKM Naik Kelas.
“Merupakan pe-er dan tantangan tersendiri bagi kepengurusan perdana, apalagi di era pandemi ini, untuk bisa menggali potensi dan meningkatkan SDM anggota serta meningkatkan kwalitas produk, dengan pelatihan-pelatihan dan pendampingan. Sehingga mampu bertahan dan bersaing secara sehat, pengembangan pasar yang lebih luas baik online maupun offline, sehingga bisa meningkatkan omset dan pada gilirannya nanti, UMKM Banyuwangi bisa naik kelas. Dapat mencapai kesejahteraan yang lebih baik bagi anggota dan lingkungan sekitarnya, ” tutur Bu Okta–panggilan akrabnya yang sehari-hari jualan rangin dan giling kopi di kedai HR seraya sampaikan mau audiensi ke dinas untuk silaturahmi dan nyatakan asosiasi UMKM di Banyuwangi ada sekitar 4-5.
Pandemi covid 19 membawa banyak dampak bagi masyarakat. Dimana yang awalnya bekerja sebagai buruh atau menjadi karyawan perusahaan, karena banyak perusahaan berhenti beroperasi banyak yang terkena PHK, untuk memenuhi kebutuhan hidup banyak para karyawan yang di PHK membuka bisnis sendiri. Inilah yang menjadi tantangan bagi para pelaku usaha bagaimana bisa tetap menjaga mutu dan kualitas yang baik agar bisa menjadi pelaku usaha yang sukses.
Tidak hanya bisa sukses di Kabupaten Banyuwangi tapi juga diluar Banyuwangi termasuk mancanegara. (Tarhami)


Komentar