oleh

Teladani Nilai-nilai Pancasila lewat Ngopi Gesah Peringatan Harlah Pancasila

Dibalut dengan ngopi dan gesah dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Pancasila dilaksanakan dilaksanakan GKJW jalan Letkol Istiqlah Kelurahan Singonegaran Banyuwangi, Rabo (1/6/2022) malam, ditandai dengan penampilan Wayang Kulit oleh, Pdt. Suko Tiyarno. Malam itu mengambil tema Restorasi Pemahanan Pancasila antara Agama dan Kebudayaan.

Suko lewat lakon Rukun Agawe Santoso menyelipkan pesan-pesan moral tidak lelah memberi dorongan kuat terhadap karena cara seperti itu sekaligus menjadi antisipasi bersama seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi gerakan intoleransi kelompok yang mengancam perpecahan. Yang mengatasnamakan agama , kawula muda sebagai salah satu garda terdepan untukmembentengi budaya-budaya bangsa yang negatif, dari budaya-budaya yang merusak, norma-norma budaya di Indonesia.

“Mari menjaga tradisi, menjaga budaya. Sehingga kalau tidak ada Pancasila saya tidak tahu bagaimana nasib budaya dan tradisi yang telah digagas oleh para leluhur bangsa Indonesia meramu Seni Tradisi dan budaya dan juga mendukung program Pemerintah Kabupaten agar gunakan medium komunikasi terkini untuk mensosialisasikan nilai-nilai Pancasila. Dan tidak sekedar menjadikan seni dan tradisi ritual bumi Blambangan hanya sebatas festival dan menghilangkan kedalaman makna spiritual, “katanya.

IMG-20220601-WA0094

Gereja Kristen Jawi Wetan ( GKJW ) berkolaborasi dengan Pengurus Cabang Lesbumi (Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia) Nahdlatul Ulama Banyuwangi Jawa Timur memiliki acara yang cukup unik memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2022.

Tampak Wakil Bupati Banyuwangi H. Sugirah ditengah-tengah para budayawan yang hadir menyemangati para seniman yang ikut berpameran lukisan.
Acara yang dipandu oleh Aden ‘ Janakim ‘ yang dikemas dengan Ngopi Gesah budaya dengan tema seputar Restorasi Pengamalan Pancasila , Spesial untuk malam kamis itu dihadiri oleh Wakil Bupati , H. Sugirah, S.Pd, M.Si, Plt. Bakesbangpol, Mohammad Lutfi , Para Tokoh lintas Agama , Lesbumi, Para budayawan, Ketua DKB, Tokoh-tokoh Kopat, GMNI, Ansor, Banser, Seniman pelaku Seni seperti S.Yadi K. Yon DD, Sinar ‘kenong’ Lintang, Ribut Kalembuan, Udik Bejo, Saham Sugiono, Rohim Abd.Rohim, S.Yono, Kent Ali, Raden Mas Hari dan beberapa aktifis komunitas mahasiswa Banyuwangi, Komunitas Selapanan Sastra, seniman dan budayawan memanfaatkan
Forum Gesah malam ini bisa saling menyemangati dan merefleksikan pengalamannya

Menurut Wakil Bupati Sugirah mengatakan, peringatan Hari Lahir Pancasila digelar bersama di GKJW sudah sejalan dengan program Banyuwangi Rebound karena Pancasila digali dari tradisi dan kearifan rakyat Indonesia.

“Salah satunya adalah gotong royong yang disebut sebagai intisari Pancasila. Itu pula yang membuatnya menjadikan salah satu prioritas dalam program kerjanya, “ujarnya.

Sugirah mengatakan sebagai pemimpin, dirinya memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila. ”Program-program kami berlandaskan Pancasila. Visi-misi kami juga berada di jalur Pancasila, seperti memberikan dukungan kepada ekonomi arus bawah melalui program bantuan alat usaha, bantuan warung, program UMKM Naik Kelas, bantuan untuk anak-anak kurang mampu, untuk petani, nelayan, dan sebagainya,” bebernya.

Sugirah menyampaikan jugav rumusan dasar negara, Pancasila, yang beliau gali dari kearifan rakyat Indonesia. Sugirah juga mengajak masyarakat untuk mengaplikasikan Pancasila, termasuk menghargai keyakinan orang lain. Sehingga Banyuwangi dan Indonesia akan selalu rukun dan damai.

”Tanamkan pada anak-anak kita, anak-anak muda kita, kalau cinta Indonesia harus memahami isi Pancasila. Karena Pancasila mengandung nilai-nilai budaya bangsa ini,” imbuhnya.

Usai jeda penampilan komunitas Ma’iyah dengan akusitik jalan lain mengiringi Gus Fiq dan Yon DD juga tampil, Teguh dari Kopat dan SAW Bowo Kwikwik dengan puisinya yang menggelitik.

Kepada Jurnalnes, Rabo (1/6) Gus Fiq menjelaskan, memperingati hari lahir Pancasila setiap tahun , Tetapi sesungguhnya subtansi dari pancasila seharusnya sudah dijalankan jauh sebelum itu.

“Kita punya kewajiban untuk menyerap dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam konteks kekinian,” ucap Gus Fiq

Gus Fiq sapaan akrab Ketua PC Lesbumi NU Kabupaten Banyuwangi mengungkapkan, urgensi diadakannya acara ini tidak lain merupakan upaya pengamalan pancasila.
Dalam paparannya Gus Fiq menyampaikan bahwa Mari bersama-sama kita memahami dan mencintai Pancasila dengan hati dan nurani tentunya dengan niat yang ikhlas,” ungkap Ketua Lesbumi Banyuwangi tersebut.

Gus Fiq juga berpesan, mengamalkan Pancasila dalam konteks kekinian dengan menggunakan mode-mode komunikasi terkini. Gunakan medium komunikasi terkini untuk mensosialisasikan nilai-nilai Pancasila.

“Jauh lebih penting, selain bicara kita menjalankan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.(Ilham Triadi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *