oleh

Gandrung Senior Mbok Parmi Telah Tiada

Gandrung  Mbok Parmi , 60 tahun sebagai salah satu penari Gandrung senior di Banyuwangi, berpulang ke rahmatullah, layak disebut maestro Gandrung Banyuwangi karena memiliki suara emas dan karakter tarian yang khas telah meninggalkan kita bersama. Beliau merupakan salah satu sosok luar biasa yang telah berdedikasi terhadap pelestarian kesenian Gandrung Banyuwangi selama kurang lebih 40 tahun. Suparmi merupakan satu seniwati gandrung yang masih aktif berkesenian dari usia 16 tahun , bermula belajar menari gandrung dari seniornya mak Poniti ( asal Kec. Singojuruh ) sampai menjelang ajal menjemputnya masih aktif sebagai gandrung Banyuwangi.

Banyuwangi kembali kehilangan salah satu seniman tradisional andalannya. Masyarakat Banyuwangi utamanya seniman berduka atas Gandrung Suparmi meninggal jumat (26/08/22). Gandrung Suparmi yang biasa dikenal dengan Mbok Parmi telah berpulang, setelah beberapa bulan berjuang melawan sakit yang dideritanya.

IMG-20220827-WA0017

Perempuan yang seluruh hidupnya didedikasikan menjadi gandrung dan sinden itu menghembuskan nafas di rumahnya Kelurahan Boyolangu Kecamatan Giri.

“Sejak pandemi , dia tidak pernah manggung lagi. Mungkin karena diam di rumah itu, penyakitnya jadi sering kambuh. Beberapa saat sebelum meninggal para sahabat, seniman , budayawan dan sejawatnya seperti Gandrung Temu Misti, Dartik , Sunasih serta Ayong Laros berada di rumah Mbok Parmi menjenguk saat ia terbaring sakit. Tampak pula Hasan Basri , Ketua dan Suko Gandrungarum Wakil Ketua 2 Dewan Kesenian Blambangan ( DKB ) turut menjenguknya. Beberapa sahabat seperjuangannya turut berduka cita kepada sang maestro gandrung Banyuwangi itu.

“Mbok Parmi Riko wes Melaku sulung…mugi jembar kubure padango dalane ugo mugi Gusti Pengeran nyepuro Kabeh salah lan khilaf Riko, ugo Nompo sak kabehe amal ibadah Riko lan Mugi Husnul Khotimahh ya mujibassailin,” kata Sanusi Marhendi  pendiri dan sesepuh Kopat.

IMG-20220827-WA0019

Suara emasnya khas yang dimiliki juga memberikan warna tersendiri untuk Mbok Parmi. Mbok Parmi juga merupakan Gurunya puluhan Gandrung yang masih eksis di Banyuwangi saat ini.
Semoga Mbok Parmi tenang alam sana dan karya-karya beliau selalu di kenang dan memberikan motivasi sebagai sumber inovasi bagi seniman dari generasi sekrang ke generasi yang akan datang, kata Ayong Laros.

Tak hanya di usia produktifnya, Suparmi sebelumnya tetap aktif berkesenian di usia senjanya. Selain tampil di berbagai tempat sebagai sinden, dia tak segan berlatih bersama seniman-seniman muda , melatihnya menjadi gandrung.

Sementara Ketua Dewan Kesenian Blambangan Hasan Basri, menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya sang maestro Suparmi . “Innalilahi wainnailaihi rojiun. Insyaallah ahli suwargo. Jembar kubure padhang dalane. Keluarga ne sabar lan ikhlas.” Kang Son panggilan Hasan Basri berdoa agar almarhumah diampuni dosa-dosanya, diterima amal baiknya, dan keluarga tegar dalam kondisi saat ini.

“Insya Allah wafatnya Bu Suparmi ini akan meningkatkan teman-teman untuk bisa terus melahirkan generasi penerus sebagai penjaga seni tradisi, ” ungkap kang Son.(Ilham Triadi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *