Tahapan kegiatan Pameran ArtOs Nusantara menyasar puluhan pelajar SMP- SMA/SMK. Linimasa pameran lukisan terbesar di Banyuwangi, ArtOs Nusantara dimulai. Kegiatan awal digelar workshop Regenerasi Seni Rupa sebagai bagian linimasa ArtOs Nusantara
yang bakal menggelar even pameran pada bulan Maret 2023 mendatang. Puluhan pelajar mengikuti workshop yang dikemas dalam ‘Regenerasi Seni Rupa , di halaman belakang Pendopo Sabha Swagatha Blambangan , Rabo (7/12/2022).
Kegiatan awal yang digelar adalah workshop melukis. Kegiatan itu sebagai ajang edukasi tentang seni rupa dan lukis para generasi muda. Acara tersebut merupakan forum linimasa yang digelar oleh Langgar Art sebelum melaksanakan pameran ArtOs Nusantara.

Owner Langgar Art Imam Maskun mengatakan forum linimasa ini digelar dalam rangka mempersiapkan pameran kedua ArtOs yang akan digelar pada bulan Maret 2023 mendatang.
Kami gelar rangkaian kegiatan ini yang akan digelar selain wokshop adalah Live Art Painting Competition dan melukis on the spot dalam pagelaran BEC 2022.
Dengan adanya workshop ini diharapkan menjadi ajang silaturahmi antar pelajar dari tingkat SMP dan SMA/ SMK se Kab.Banyuwangi dengan para seniman lukis profesional serta memberi bimbingan langsung praktek melukis diatas media kanvas melalui proses kreatif dan mengambil peluang unik dengan berkebudayaan melalui seni rupa.

“Setelah mendapatkan ilmu dari workshop ini , besok pagi 8/12 akan mengikuti lomba lukis di Grand Watu Dodol dengan tema BEC ( Banyuwangi Etno Carnival ) Taman Sarine Nusantara melalui proses kreatif kebudayaan melalui SDM seni rupa,” katanya.
Dalam tema ini, terkandung ragam etnis dan budaya Banyuwangi. mulai dari Osing, Jawa, Bali, Madura, Mandar hingga Arab.
Tamansari Nusantara dimaksud Banyuwangi memiliki beragam multi etnis dan budaya.
Marhenyantoro, S.Pd , SH, MM selaku kepala SMPN 2 Rogojampi menambahkan
“Saya kira momen ini harus dijadikan kesempatan dan memulai kebiasaan baru bagi pelukis pemula pelajar SMP-SMA / SMK. Supaya mereka melukis lebih bagus sesuai tema dan memiliki ciri khas,” tandasnya.
“Saya mengapresiasi atas antusias para pelajar yang mengikuti workshop dan besok pagi dilanjut lomba, sehingga tujuan panitia untuk meregenerasi seni rupa tercapai dengan sukses” katanya.
Sementara Suratno, M.Pd. Kepala Dinas Pendidikan Kab. Banyuwangi sangat mengapresiasi proses linimasa regenerasi seni rupa ini menjadi salah satu bentuk keseriusan Pemkab Banyuwangi terhadap kesenian, terutama seni lukis. Agar menghasilkan output terbaik, Panitia yang menggandeng Yayasan Langgar Art yang menunjuk beberapa seniman dan perupa terkemuka di Banyuwangi.
“Kami berikan edukasi terhadap pelajar sebagai upaya regenerasi perupa dan pelukis di Banyuwangi. Kami berharap, transfer knowledge dan keahlian ini bisa memperbanyak karya seni rupa di Banyuwangi,” pungkasnya
Mentor-mentor ternama dihadirkan Langgar Art dalam workshop itu. Mereka antara lain Windu Pamor, Slamet Sugiyono, Sugi Laros, Haruman Huda dan Suryantara. Mereka dengan senang hati berbagi ilmu kepada para peserta. Mentornya adalah perupa senior dan syarat pengalaman di Banyuwangi.(Ilham Triadi)


Komentar