Banyuwangi, Jurnalnews.com – Warga Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, antusias menyaksikan pagelaran budaya khas masyarakat Madura, Ojhung, yang digelar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo, Selasa sore (22/9/2026).
Pertunjukan tradisional yang menampilkan adu ketangkasan menggunakan rotan tersebut terpantau ramai dipadati penonton. Tidak hanya warga dari Kecamatan Wongsorejo, sejumlah penonton juga datang dari luar daerah untuk menyaksikan langsung kesenian Ojhung.
Salah seorang penonton asal Desa Alasbuluh, Supriyadi, mengaku senang dapat menyaksikan pertunjukan Ojhung yang digelar di Desa Alasrejo.
“Saya senang Ojhung digelar di sini. Biasanya saya nonton di Situbondo, terkadang juga ke Bondowoso. Tadi saya datang lebih awal, sekitar jam 1 siang,” ujarnya di sela-sela pertunjukan.
Hal senada disampaikan Aris, warga Desa Wongsorejo. Ia datang bersama sejumlah temannya untuk menyaksikan pagelaran tersebut.
“Saya senang dengan Ojhung. Meski saya takut dengan pecutannya, tapi saya suka dengan pagelaran Ojhung. Ini merupakan tradisi dan kesenian tradisional yang harus dilestarikan,” ungkapnya.
Ojhung sendiri bagi masyarakat Madura tidak hanya menjadi sebuah pertunjukan. Tradisi tersebut juga memiliki nilai seni, budaya, kebersamaan, serta menjadi bagian dari warisan budaya yang terus dipertahankan.
Antusiasme masyarakat terhadap pagelaran Ojhung di RTH Alasrejo bahkan terlihat dari kehadiran penonton yang datang dari luar Kecamatan Wongsorejo, termasuk dari wilayah Kabupaten Situbondo dan Bondowoso.
Sementara itu, Suwono, selaku panitia penyelenggara, mengatakan bahwa pagelaran Ojhung tersebut dijadwalkan berlangsung secara rutin dua kali dalam sepekan.
“Kegiatan ini setiap hari Selasa siang dan Sabtu siang, dua kali dalam seminggu. Semoga mendapat dukungan dari berbagai pihak, terutama aparat keamanan, pemerintah desa dan pemerintah kecamatan,” tegasnya.
Dengan digelarnya Ojhung secara rutin, diharapkan kesenian tradisional tersebut dapat terus hidup di tengah masyarakat sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan melestarikan budaya leluhur.
(Venus)


Komentar