oleh

DWi ROFIQOH RAIH MEDALI EMAS PADA EVENT LOMBA LARI 5K BANYUWANGI HEALTHY RUN 2022

Banyuwangi, 5 Desember 2022 Dwi Rofiqoh siswa SMP 1 Singojuruh juarai lomba lari 5 K pada event Banyuwangi Healthy Run 2022 yang di gelar di pusat kota Banyuwangi. Menurut pelatih senior Suroso, S.Pd. dikatakan bahwa siswa asuhannya itu sejak usia SD kelas V sudah rutin dilatih.

“Anak dari keluarga pas-pasan itu memiliki fisik dan motivasi yang mendukung untuk dilatih menjadi atlet lari, “jelasnya.

Selanjutnya pensiunan guru olahraga SD itu menjelaskan bahwa atlet asuhannya itu sejak masuk SMP dan adaptasi pandemi Covid-19 mengalami kemunduran.

“Saya tidak bisa memaksa dia untuk disiplin berlatih saat menjadi siswa SMP kecuali halangan pandemi Covid juga posisi saya sudah pensiun. Sekali pun tidak rutin Dwi berlatih mandiri. Tetapi kalau tidak didampingi pelatih, tidak akan bisa optimal hasilnya, “ujar alumni SGO Probolinggo tahun 1982.

IMG-20221205-WA0026

Waktu masih duduk sebagai siswa di SD, Dwi Rofiqoh sudah pernah menjuarai lomba lari 5 K yang diselenggarakan oleh BNI 46 di Banyuwangi tahun 2019, kategori umum. Luar biasa di usianya yang masih belia (11) waktu itu sudah mampu mengalahkan kompetitornya yang sudah di usia dewasa. Karena dari keluarga miskin, Dwi diangkat anak asuh oleh Kepala sekolah SMA Negeri Darussholah Singojuruh, H.M. Rifai. Keterlibatan Camat Singojuruh Bapak M. Lutfi, S.Sos. M.Ap. Kades Gumirih, S.E., S.H. membuat semangat Dwi Rofiqoh untuk terus berlatih waktu itu.

Sekarang posisi Dwi di SMP 1 Singojuruh. Kepala sekolah Lilik Subekti, M.Pd. berjanji akan mengawal karier Dwi dalam menekuni dunia atletik lari.

“Tanpa keterlibatan para pihak, Dwi akan mengalami kesulitan. Orang tuanya sibuk mencari nafkah untuk kebutuhan sehari-hari. Kadang ayah ibunya Dwi bekerja sebagai borong kerja di Pulau Dewata sebagai tenaga kuli sawah, ” ujar Kepala sekolah yang pernah menyandang sebagai guru prestasi nasional itu.

Selanjutnya Kasek Lilik Subekti yang meniti karier ASN dari guru BK itu, dengan tegas akan membantu Dwi seoptimal mungkin untuk bisa mewujudkan sebagai atlet lari profesional.

“Barangkali bisa dijadikan tumpuhan keluarga kelak, “pungkasnya.
Lumayan sebagai pemenang Dwi mendapatkan hadiah selain tropi, sertifikat juga uang sebesar 2 juta rupiah.

Ditanya awak media untuk apa uang 2 juta itu, Dwi menjawab spontan “Setiap saya dapat juara, hadiah uang saya serahkan ke Ibu saya, ujarnya. Beberapa tahun lalu waktu saya masih SD, hadiah dari Pak Camat Singojuruh, Pak kades Gumirih, Ibu Satkorwil Dik Kec. Singojuruh dan dari panitia oleh Bapak dibelikan bebek petelor. Alhamdulillah Bapak punya ratusan bebek untuk tambahan penghasilan, “Dwi bertutur seraya menunjukkan wajah sebagai anak baik, tawadu kepada orang tuanya.
(AWI)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *