oleh

Opening Pameran Lukisan ” Do It ” di Hore Angkringan & Apresiasi Dibuka oleh Camat Banyuwangi

Pembukaan Pameran dilakukan secara sederhana yang turut dihadiri para seniman, budayawan Banyuwangi yang turut memberikan apresiasinya kepada perupa yang menggelar pameran 15 hari kedepan. Tema “Do It ” dipilih lebih pada konsistensi edukasi seni rupa kepada masyarakat umum khususnya kaum milenial juga dilakukan on the spot oleh para pelukis yang berpameran.

Pameran ini digelar dengan menerapkan standar protokol kesehatan. Selain pameran, Camat Banyuwangi mengatakan pameran ini merupakan momentum untuk mewujudkan gotong royong dalam aksi nyata di masa pandemi COVID-19.

Dibuka oleh Camat Banyuwangi ,
Muhammad Lutfi, menyambut positif pameran lukisan yang digelar oleh 4 seniman dan berkolaborasi Kedai Hore. “Kegiatan ini sangat luar biasa menunjukkan jika kontribusi perupa Banyuwangi sangat nyata, dalam mempercantik dan memperindah Banyuwangi melalui coretan diatas kanvas, “ujarnya.

IMG-20210313-WA0042

Lutfi memberikan sambutan pada Opening Pameran Lukisan ” Do It ” di Hore angkringan & apresiasi, Rabu (10/3/2021). Pameran yang menampilkan puluhan karya 4 pelukis Banyuwangi iru bertajuk ” Do It ” ini melibatkan 4 seniman N. Kojin, Aris Sugiartha, Kjn. Ilham Triadinagoro dan Ben Hendro turut andil dalam pameran kali ini.

Lutfi mengapresiasi acara ini karena pameran ini bisa juga menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam menyikapi pandemi COVID-19. Di tengah pandemi, para seniman Banyuwangi bisa terus berkarya untuk mewujudkan karya-karya nyata. Lutfi mengatakan hadirnya pelaku seni ini membawa kebaikan bagi daerah.

“Kita semua tidak lagi melihat sekat antara satu dengan yang lain, kita semua dapat bersikap bijak dengan saling menguatkan dan saling mendukung upaya bersama melawan COVID-19,” kata Lutfi.

Lutfi juga berjanji bakal turut serta mempromosikan pameran lukisan.

“Ini akan menjadi paket-paket wisata yang bakal kita tawarkan kepada wisatawan yang ke Banyuwangi.Tentu, mereka akan tertarik dengan even semacam ini,” jelasnya.

“Terima kasih kepada seluruh seniman yang telah turut andil dan terlibat dalam kegiatan ini. Semoga ini bisa berdampak pada sektor ekonomi para pelaku seni terdampak COVID-19, baik secara ekonomi dan sosial budaya,” kata H. Bambang Lukito, ketua I DKB mengatakan hadirnya pelaku seni rupa ini membawa kebaikan bagi Banyuwangi.

Menurutnya, selama ini seni lukis, menjadi bagian penting bagi perkembangan pariwisata Banyuwangi.
“Karya seni telah memperkaya pariwisata Banyuwangi. Karena itu kami sangat mengapresiasi karya-karya kreatif para perupa bisa terus tumbuh, seperti yang kita saksikan di tempat ini ” kata Bambang.

“Kami ingin ini bisa menjadi bagian dari destinasi. Orang bisa melihat, belajar, diskusi, dan membeli dari tempat ini,” kata Bambang

Sementara Ben Hendro, mewakili 4 pelukis yang berpameran, Kami menyampaikan rasa syukur sebagai bentuk harmonisasi antara seniman, pelaku usaha, masyarakat dan para pemerhati seni. Pameran ini wujud apresiasi bagi seniman yang terus berkarya meski di masa pandemi COVID-19,” kata Ben Hendro

“Selanjutnya kami berharap tempat ini bisa memberi ajang apresiasi yang tidak terbatas untuk pameran, diskusi seni lukis, bursa dan melukis model, dari sana muncul ide-ide kreatif dari para seniman Banyuwangi untuk menghasilkan karya-karya yang layak diperhitungkan di kancah nasional, ” ujarnya.

Salah satu pelukis yang ikut memamerkan karyanya, Kjn. Ilham Triadinagoro mengungkapkan, dia dan 3 perupa lainnya tentu sangat senang dengan adanya kerja sama dan sinergitas seperti ini.

“Ke depan nanti kita harap banyak cafe yang ada di Banyuwangi bisa bekerja sama, pada pameran kali ini lebih spesial, menampilkan puluhan hasil karya 4 pelukis Banyuwangi , Ini karena adanya sinergitas antara para perupa dengan pihak cafe, “jelasnya.

Menurutnya, momen awal tahun ini bisa menjadi momentum bagi seniman menunjukkan keindahan Banyuwangi, berkat dorongan dan ide teman-teman yang saat ini menggelar karyanya, .

“Saya selaku salah satu pelukis bersama perupa yang memiliki visi misi yang sama, ingin meramaikan seni rupa Banyuwangi ini. Jadi tidak terbatas pada even tahunan diselenggarakan Banyuwangi festival,” tandasnya.

Robyn pemilik Hore sebagai pelaksana Pameran lukisan yang bertajuk ‘Do It ‘, Robyn Hore mengatakan, even yang dihelat ini akan berlangsung sejak 10-24 Maret 2021. Pameran ini, kata Robyn menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Dengan membatasi para pengunjung dan mewajibkan pengunjung memakai masker, cuci tangan sebelum masuk ke areal pameran.
Robyn sangat bergembira dan menyampaikan rasa syukur yang tak terhingga dengan adanya pameran lukisan untuk pertama kalinya menyuguhkan Pameran Lukisan yang diikuti oleh 4 pelukis Banyuwangi.

“Semoga pameran kali ini bisa memberikan semangat bagi pengusaha seperti kami. Banyak kolektor yang tertarik dengan karya yang di pamerkan pada situsi pandemi COVID-19 ini,” pungkasnya.(Ilham Triadi”

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *