Dinas PU Pengairan Protes Galian Pondasi SMK Visi Global

Dinas PU Pengairan Protes Galian Pondasi SMK Visi Global
Petugas dari Dinas PU Pengairan Banyuwangi saat cek lokasi. (Ron/JN)
Spread the love

Cluring-Galian perencanaan pondasi untuk perluasan bangunan SMK Visi Global di Dusun Simbar 2 diprotes Dinas PU Pengairan Banyuwangi. Pasalnya galian sepanjang 200 meter dan lebar 1 meter tersebut diangggggap menyerobot tanah sempadan irigasi yang ada di belakang SMK Visi Global.

Menurut Rejo Biatmoko, Kordinator Eksploitasi Air Irigasi Benculuk, galian pondasi yang dibuat SMK Visi Global tanpa kordinasi dengan pihaknya. Hal itu perlu dilakukan agar tidak terjadi kekeliruan penempatan batas-batas tanah. Mana batas tanah SMK Visi Global dan tanah sempadan pengairan.

“Kami tidak tahu kalu ada pembangunan disitu. Karena memang belum kordinasi sama kita, kita akan tinjau jika memang itu ditanah stren pengairan kita akan hentikan,” katanya dihubungi JurnalNews.com melalui sambungan telepon selulernya, Senin (24/7/2017).

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Guntur Priambodo menegaskan akan melakukan tinjau lapang untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Jika memang benar adanya, Guntur menegaskan akan meminta SMK Visi Global hentikan pembangunan.

“Saya perintahkan untuk cek ke lapangan,” ucapnya.

Kepala Desa Tampo, Suparno (dua dari kanan) dan Sumali, pengurus Yayasan Visi Global (pakai baju batik biru-berkacamata) saat mediasi di lokasi. (Ron/JN)

Kepala Desa Tampo, Suparno (dua dari kanan) dan Sumali, pengurus Yayasan Visi Global (pakai baju batik biru-berkacamata) saat mediasi di lokasi. (Ron/JN)

Sementara pengurus Yayasan Visi Global, Sumali mengatakan sedianya galian pondasi akan digunakan penambahan ruang kelas baru SMK Visi Global. Menurutnya galian pondasi masih dalam batas tanah milik SMK Visi Global, seperti  batas-batas pada gambar sertifikat tanah.

“Kami menggali untuk pondasi itu sudah sesuai dengan gambar yang ada di sertifikat. Sebelum kita gali kita sudah kordinasi dengan notaris untuk kembali mengukur dan batasnya ya dipatok sekarang kita gali,” dalihnya.

Dia juga mengakui jika belum kordinasi dengan pihak kantor Desa Tampo maupun Dinas PU Pengairan Banyuwangi. Meski begitu pihaknya tidak keberatan jika tanah yang dianggap masih milik yayasan itu digali agak kedalam dengan batas tanah sempadan pengairan. Seperti hasil mediasi yang dilakukan Kepala Desa Tampo, Suparno.

“Tapi kalau memang ini permintaan untuk aktifitas masyarakat mungkin untuk jalan dan pembuangan walet irigasi pengairan diwilayah sini, bisa diterima,” pungkasnya. (Ron/JN)

Tags: , ,
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan