Satpolair Ajak Nelayan Selat Bali Cegah Peredaran Narkoba

Satpolair Ajak Nelayan Selat Bali Cegah Peredaran Narkoba
Satpolair Polres Banyuwangi dan personil Ditpolair Polda Jawa Timur, membagi-bagikan bendera merah putih ke kelompok nelayan Pantai Rejo, Lingkungan Rowo, Kelurahan Pakis.
Spread the love

Banyuwangi-Gabungan Satpolair Polres Banyuwangi dan personil Ditpolair Polda Jawa Timur, membagi-bagikan bendera merah putih ke kelompok nelayan Pantai Rejo, Lingkungan Rowo, Kelurahan Pakis. Mereka juga mengajak warga pesisir mewujudkan semangat nasionalisme dengan ikut melawan peredaran narkoba dan paham radikal.

Aksi bagi-bagi bendera merah putih dipimpin langsung Kasat Polair Polres Banyuwangi AKP Subandi. Sedikitnya 30 bendera berukuran lebar 50 centimeter dibagikan anggota Korps Biru-Biru itu secara gratis, kepada Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) dan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Pantai Rejo.

“Ini bagian untuk memperkuat semangat rasa nasionalisme para nelayan di kawasan pesisir,” ujar Kasat Polair Polres Banyuwangi, AKP Subandi, ditemui JurnalNews.com di lokasi, Kamis (3/8/2017).

Kesempatan itu juga digunakan petugas untuk sosialisasi. Masyarakat nelayan diajak untuk turut serta dalam pencegahan paham radikal dan penanggulangan peredaran narkoba melalui jalur laut serta illegal fishing. Memang, pelabuhan-pelabuhan kecil di garis pantai Banyuwangi sisi utara, timur dan selatan menjadi prioritas pengawasan.

“Semua berpotensi untuk dimanfaatkan bandar narkoba untuk mendistribusikan barang haramnya,” terang Subandi.

Berkaca dari kasus pengungkapan satu ton sabu di pantai Anyer Jakarta, menjadi pelajaran penting bagi Satpolair Polres Banyuwangi. Celah sekecil apapun harus selalu diawasi. Sebab itu Satpolair Polres Banyuwangi sengaja membangun komunikasi dua arah kepada masyarakat nelayan.

“Bisa saja karena di Bali aparat setempat sedang gencar memberangus narkoba, jalur distribusi mulai diutak-atik. Salah satunya lewat Selat Bali. Ini prediksi untuk meningkatkan kewaspadaan,” sambung perwira asli Cluring itu.

Ketua Pokmaswas, Muhyi menyambut baik ajakkan petugas tersebut. Apalagi di sepanjang 2000 meter garis pantai yang menjadi area konservasi penyu Lekang juga rentan terjadi perusakan. Masyakarat nelayan setempat memanfaatkan konservasi penyu Lekang sebagai wisata edukasi. Sebab itu, dia meminta bantuan petugas untuk secara rutin menggelar patroli perairan.

“Kondisi alam Pantai Cemara menjadi lokasi pendaratan penyu Lekang bertelur. Nelayan disini sudah kita libatkan, lebih maksimal jika dapat dukungan dari Polair,” ungkapnya. (Ito/JN)

 

 

Tags: , ,
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan