Kala Suporter Ngamen Demi Pemain Bola yang Belum Gajian

Kala Suporter Ngamen Demi Pemain Bola yang Belum Gajian
Suporter bola Persewangi saat penggalangan dana di pusat kota Banyuwangi. (Ito/JN)
Spread the love

Banyuwangi-Kesebelasan Persewangi Banyuwangi terbelit persoalan keuangan. Para punggawa tim yang berlaga di Liga 3 Group A, zona Jawa Timur itu belum gajian, terhitung dua bulan ini. Hal itu seakan terkolerasi dengan jebloknya prestasi, kala mereka berada diposisi juru kunci yang harus melalui laga hidup mati.

Kenyataan itu menjadi beban berat yang harus diusung Laskar Blambangan untuk mengukir sejarah di era baru ini. Beban itu kini harus dipikul dengan keadaan yang menejemen yang terkesan tak jelas arahnya.

Parahnya, supporter yang menjadi pemain ke 12 di luar lapangan ikut menanggung beban itu. Mereka harus ‘ngamen’ di lampu merah pusat kota Banyuwangi untuk mengais rupiah. Mereka terpaksa harus melakukan penggalangan koin peduli demi tim kebanggaannya, Persewangi 1970.

“Dana ini untuk pemain Persewangi yang dua bulan ini tidak mendapat gaji,” ucap Kordinator Lapangan Peduli Koin Persewangi 1970, Wiwit Angga, Sabtu (19/8/2017).

Menurut Angga,jajaran pelatih juga mendapat perlakuan yang sama. Mereka tak mendapat bayaran meski laga putaran kedua di liga ini telah berjalan. Dana yang diharapkan dari Pemkab Banyuwangi belum cair. Sehingga keuangan menejemen terseok-seok hingga menyedot keuangan pribadi.

“Dana yang diharapkan dari Pemerintah Banyuwangi belum cair. Sehingga manajemen, yaitu Pak George Rudi selama putaran kedua ini harus menggunakan dana pribadi,” katanya.

Diperkirakan besaran anggaran yang dibutuhkan untuk membayar gaji 17 pemain, pelatih dan jajaran official mencapai kisaran Rp 100 juta. Nantinya dana hasil penggalangan akan diserahkan kepada  jajaran official. Diharapkan laga hidup mati melawan PSSS Situbondo, tim Persewangi dapat bermain tanpa beban. Hasil dari laga tersebut menentukan nasib tim besutan Ribut Santoso ke putaran selanjutnya.

“Agar mereka nantinya dapat main lepas tanpa beban dan Fight dan meraih poin penuh di Situbondo,” harapnya.

Hal yang sangat disayangkan kondisi ini harus terjadi. Seolah tak mengaca peristiwa pada tahun-tahun sebelumnya, dimana kondisi yang sama pernah terjadi. Peliknya masalah anggaran untuk klub dan gaji pemain selalu menjadi masalah klasik tim ini.

Jika dilihat kebelakang, saat mengarungi kiprahnya di Divisi Utama Indonesia Primer League (IPL) tahun 2013 lalu, Persewangi juga terbelit kasus serupa. Kala itu menimpa pemain asing mereka ‘Moukwele Ebwanga’ yang tak mendapat gaji.  Selama ini bukan kabar prestasi menjadi bukti, tapi rapot buruk menejemen Persewangi Banyuwangi yang jadi saksi. Sampai kapan terus begini?. (Ito/JN)

Tags:
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan