oleh

Pagelaran Senam Perawan Sunti di Pantai Marina Boom Banyuwangi

Pagelaran Senam Osing Perawan Sunti kembali digelar di Ampi Teater Pantai Marina Boom Banyuwangi dengan pemandangan Pantai Selat dan Pulau Bali yang sangat cerah,  Minggu (28/03/2021)

Senam dengan menggunakan lagu  Perawan Sunti yang tenar di tahun 1970 sampai sekarang ini adalah hasil buah karya Slamet Abdul Razak (Slamet Menur) yang berasal dari Sanggar Tari Layar Ku mendung Pancoran Banjarsari Kecamatan Glagah yang didukung oleh Komunitas Osing Pelestari Adat Tradisi (Kopat) Glagah juga Komunitas Pager Jajang Kuning Banyuwangi.

IMG_20210328_145400_768

Kegiatan senam Perawan Sunti ini sudah dilaksanakan di beberapa Tempat pariwisata diantaranya di De Djawatan dan Pantai Pulau Merah.  Untuk pelaksanaan senam di Pantai Marina Boom ini dimulai dengan doa yang dipimpin Sanusi Marhaedi dari Kopat kemudian makan bersama tumpeng peteteng pecel pitik bersama-sama.

Acara dilanjutkan dengan senam bersama yang sebelumnya disampaikan tentang sejarah Lagu Perawan Sunti dan Tarian Perawan Sunti sehingga berlanjut ke senam perawan Sunti ini oleh Slamet Menur. Menurut Slamet Menur pencipta lagu Perawan Sunti adalah Andang Chotib, Basir, dan  BS Nurdian pada tahun1971.

IMG_20210328_153012_644

“Hal itu diawali waktu sedang jalan-jalan di desa di tengah kebun ada gadis desa yang lugu membawa wanci kinangan, kemudian Pak Andang, dan  Basir, menciptakan lagu ini,  3 bulan kemudian bagaimana perawan sunti menjadi tari Saya ciptakan dan akhirnya saat ini dibuat Lagu untuk senam, “kata Slamet Menur.

Sedangkan menurut koordinator senam Perawan Sunti Solihin Khusuma  bahwa senam Perawan Sunti ini dengan tujuan juga untuk mempromosikan tempat pariwisata Banyuwangi di saat pandemi covid yang sedang terpuruk sehingga bergeliat kembali dan bagaimana seni budaya Banyuwangi ini bisa jenggirat tangi kembali.

IMG_20210328_153726_133

“Lagu Perawan Sunti ini kita modifikasi kembali menjadi senam yang sebelumnya sudah ada tariannya dengan tujuan mempromosikan tempat wisata Banyuwangi dan juga mengembalikan seni budaya Banyuwangi agar Jenggirat Tangi kembali, “ungkap Solihin.

Senam Perawan Sunti di Pantai Marina Boom Banyuwangi dilakukan oleh para wanita, tua muda ada sekitar tujuh puluh orang ini membuat saat itu Ampi teater menjadi penuh orang dan semarak dengan tetap protokol covid memakai masker dan jaga jarak.(M. Basuki)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *