Bangorejo-Lomba Lintas Gunung Srawet (LGS) 2017 berlangsung seru, Minggu (7/5/2017). Ribuan peserta tumplek bleg di jalan raya depan kantor Camat Bangorejo, sebagai start. Tepat pukul 07.00 WIB, peserta perseorangan yang mencapai 5 ribu lebih diberangkatkan terlebih dahulu. Menyusul kemudian peserta beregu dengan rute yang berbeda.
Meski cuaca kurang bersahabat namun tidak membuat surut para peserta untuk menyelesaikan rute yang disiapkan panitia. Peserta perseorang menempuh jalur bawah sepanjang 5 Km. Jalur bawah ini melintasi gunung Srawet melalui kaki gunungnya. Seperti jalan desa yang membelah permukiman dan persawahan.
“Asyik juga acaranya, jalan sehat sembari berwisata. Melintasi hutan dan persawahan serta permukiman desa yang bersih,” kata Astuti (47), salah peserta dari Genteng.

Berbeda dengan peserta kategori beregu yang diikuti 110 grup (21 grup terdiri dari 5 orang). Mereka menemupuh jalur atas sejauh 6 Km. Yakni jalur yang naik turun bahkan melewati tebing terjal sebelum sampai di puncak gunung Srawet. Di puncak inilah akan terlihat bentang alam Desa Kebondalem dari atas nan indah.
“Dilihat dari puncak Srawet, persawahan yang ada seperti karpet raksasa berwarna hijau,” kata Rian, salah satu peserta beregu, ditemui saat melintas di pos 3 Watu Gajah.

Meski begitu, pelaksanaan Lintas Gunung Srawet tahun ini bukan tanpa kekurangan. Tidak sedikit peserta memberi masukan yang kontruktif perihal minimnya alat keselamatan dan keamanan di beberapa titik jalur yang ekstrim. (Ron/Jn)








Komentar