oleh

Kawasan Hijau Gunung Srawet Terancam Proyek Perluasan Makam Cina

Bangorejo-Komplek pemakaman cina di Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, sedang melakukan perluasan lahan. Sayangnya lahan yang menjadi lokasi perluasan pemakaman memiliki kontur lahan perbukitan dengan derajat kelerengan yang curam. Hal ini tentu saja meningkatkan resiko rawan bencana longsor.

Dari informasi yang dihimpun JurnalNews.com, lahan yang dipakai perluasan dibeli Yayasan Kusuma, pengelola pemakaman cina (Krematorium) dari masyarakat setempat.  Rimbunnya hutan di lahan perbukitan itu kini telah habis ditebang. Lahan dibuat secara trap yang dikeruk dengan menggunakan alat berat dua pekan terakhir.

Gundul-Nampak bukit yang gundul yang akan digunakan sebagai areal pemakaman cina. (Ron/JN)
Gundul-Nampak bukit yang gundul yang akan digunakan sebagai areal pemakaman cina. (Ron/JN)

Bahkan dilahan yang baru dibuka itu sudah ada dua makam baru. Meski lahan disebut milik Yayasan Kusuma, namun bukan berarti pemanfaatannya boleh menabrak aturan pemerintah. Apalagi lahan itu berbatasan langsung dengan gunung Srawet, yang menjadi kawasan  hijau atau konservasi.

Proyek perluasan itu sendiri diduga kuat tidak mengantongi perijinan. Pihak kantor Camat Bangorejo mengaku kecolongan jika Yayasan Kusuma sedang dalam perluasan lahan pemakaman. Apalagi lahan yang dipakai masuk dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB).

“Saya tidak tahu sama sekali soal ini, kapan proyek ini dikerjakan. Mereka tidak pernah datang ke kantor menemui saya. Tidak ada dokumen pengurusan perijinannya di kantor,” ujar Camat Bangorejo, Didik Joko SUhono, saat dikonfirmasi JurnalNews.com ditelepon selulernya, Rabu (14/6/2017).

Pihaknya, lanjut Didik akan segera melakukan cek lokasi dan memanggil pihak Yayasan Kusuma. Tidak menutup kemungkinan proyek tersebut bisa dihentikan sementara waktu jika memang tak memiliki ijin. (Ron/JN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News