Tiga Pilar Desa Kradenan Mediasi Persoalan Musik Elekton Ilegal di Hajatan

Tiga Pilar Desa Kradenan Mediasi Persoalan Musik Elekton Ilegal di Hajatan
Tiga Pilar-Suasana saat mediasi di salah satu ruangan di Kantor Desa Kradenan. (Ron/JN)
Spread the love

Purwoharjo-Gara-gara sebuah hajatan yang menampilkan hiburan musik elekton tanpa ijin, membuat Kepala Dusun (Kasun) Perangan Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo, kena getahnya. Meski sebenarnya sang pemilik hajatan sudah menjelaskan bahwa hal itu inisiatifnya. Tapi, persoalan akhirnya selesai dengan peran serta Tiga Pilar di Desa tersebut.

Dengan dimediasi tiga pilar yakni Babinkabtibmas (Polsek Purwoharjo), Babinsa (Koramil Purwoharjo) dan Pemerintah Desa Kradenan, persoalan itu akhirnya mencapai solusi. Yakni, dengan ditariknya Kasun Perangan menjadi staf desa. Untuk mengisi kekosongan posisi Kasun Perangan, maka ditunjuk seorang penjabat sementara (Pjs) dari staf desa.

“Keputusan resmi masih menunggu hasil konsultasi Kepala Desa kepada Camat Purwoharjo,” kata Kanit Binmas Polsek Purwoharjo, yang juga petugas Babinkabtibmas Desa Kradenan, kepada JurnalNews.com, Rabu (12/7/2017).

Kepala Desa Kradenan Hadi Suharno membenarkan hal itu. Pihaknya masih perlu berkonsultasi dengan Camat Purwoharjo. Hasil dari mediasi yang dilakukan tiga pilar serta LPMD, BPD akan disampaikan. Namun untuk sementara waktu Kasun Perangan ditarik menjadi staf desa hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan.

“Pada prinsipnya kita akan selesaikan persoalan ini dengan cara yang baik dan sebaik-baiknya,” katanya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, persoalan ini bermula saat Sariadi, salah satu warga Dusun Perangan sedang menggelar hajatan. Dia meminta ijin keramaian kepada Kantor Desa dan Polsek karena hajatan itu akan diramaikan dengan hiburan kesenian jaranan pada siang hari.

“Namun ternyata, Sariadi tanpa permisi juga menggelar hiburan musik elekton pada malam harinya,” ungkap Aiptu Sunardi.

Hal itu yang akhirnya menuai protes keras dari sekelompok warga yang dipimpin Didik. Kelompok ini menuduh musik elekton bisa digelar setelah Sariadi mendapat ijin ilegal dari Kasun Perangan. Padahal, Kasun Perangan sendiri membatah dengan mengaku tidak tahu menahu soal itu. Namun kelompok Didik bersikeras pada tuduhannya.

“Padahal Pak Sariadi (pemilik hajatan) sudah menjelaskan kepada kami tiga pilar bahwa musik elekton itu inisiatifnya sendiri bukan seijin Kasun. Tapi kelompok Didik tidak mau menerima penjelasan tiga pilar, hingga akhirnya kami mediasi di Kantor Desa,” pungkasnya. (Ron/JN)

Tags: , , , ,
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan