Cluring-Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Banyuwangi memberi masukan kepada KONI Banyuwangi, perihal pelaksanaan Porkab yang terancam gagal karena tidak adanya anggaran. KONI tidak perlu terlalu risau soal persoalan dana. Karena pada dasarnya KONI sudah memiliki dana pembinaan yang disalurkan kepada semua cabor.
Ketua IPSI Banyuwangi, Guntur Priambodo mengatakan KONI bisa mengumpulkan semua Cabor untuk dimintai kesiapannya mensukseskan Porkab. Dimana setiap Cabor diminta untuk menggelar kejuaraan tingkat kabupaten dalam payung besar Porkab. Dana pembinaan yang ada di Cabor bisa dipergunakan sebagai sumber pembiayaan.
“Tidak harus berdiri sendiri Porkab itu. Dalam payung besar itu Porkab, tapi penyelenggaranya masing-masing Cabor. Semisal bola voli yang selama ini ada dana regular dari pemerintah bisa dipakai untuk membikin kejuaraan dalam waktu bersamaan dalam payung besar Porkab. Jadi cabor yang siap saja,” paparnya disela kegiatannya meninjau proyek irigasi di Desa Tampo, Selasa (1/8/2017).
Saran ini bukan bermaksud untuk membela satu pihak, karena Guntur selaku Ketua IPSI Banyuwangi mengaku ingin berada ditengah-tengah dan berkomitmen untuk mensukseskna Porkab.
Pria yang juga CEO International de Banyuwangi Ijen, ini lebih memilih bersikap realistis. Karena memang Perubahan APBD 2017 mengalami devisit Rp 98 miliar. Terlebih dalam pengajuan kegiatan pada saat ini sudah terbilang terlambat. Karena sudah menjadi pembahasan di DPRD Banyuwangi.
“Kalau pengajuan kegiatannya diawal maka akan masuk dalam pembahasan,” pungkasnya. (Ito/JN)






Komentar