Tanpa Anggaran KONI Terancam Gagal Gelar Porkab

Tanpa Anggaran KONI Terancam Gagal Gelar Porkab
Suasana dengar pendapat pengurus KONI soal anggaran Porkab. (Fir/JN)
Spread the love

Banyuwangi-KONI Banyuwangi wadul ke DPRD Banyuwangi, karena merasa kesulitan anggaran untuk kegiatan Pekan Olahraga tingkat Kabupaten (Porkab). Pengaduan itu disampaikan jajaran pengurus KONI Banyuwangi, dalam acara rapat dengar pendapat di ruang khusus DPRD Banyuwangi.

Dengar pendapat langsun dipimpin Wakil Etua DPRD Banyuwangi Joni Subagyo serta bersama wakil rakyat lintas komisi. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan aset Daerah (BPKAD) Samsudin, Sekretaris Badan Pendapatan Daerah, Nafiul Huda serta perwakilan dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi, juga dihadirkan.

Sekretaris KONI Banyuwangi, Mukayin menuturkan, pihaknya mengagendakan Porkab yang akan diikuti  30 cabang olah raga (Cabor) di Banyuwangi pada September mendatang. Agenda kompetisi untuk mencari bibit atlit tingkat kabupaten itu, merupakan hasil rapat pengurus KONI bersama pengurus cabor.

“Sepakat Porkab digelar bertepatan dengan hari olah raga nasional tanggal 9 September mendatang, yang menelan anggaran Rp 2 miliar,” ujarnya, memulai rapat dengar pendapat, Senin (31/7/2017).

Setelah rencana disusun matang, KONI berharap kegiatan yang baru pertama kali akan digelar di Banyuwangi ini, bisa dianggarkan melalui APBD Perubahan 2017. Hal itu seperti janji salah satu pejabat Pemkab Banyuwangi kepada KONI.  Sayangnya, setelah usulan anggaran dimasukkan melalui Dispora, belum ada respon dari Pemkab.

“KONI berharap pada dewan, bisa turut mendorong penganggaran Porkab tersebut melalui perubahan APBD 2017 yang saat ini tengah dibahas dewan,” tambahnya.

Jika sampai kegiatan Porkab tidak terwujud tahun ini maka KONI sangat menyayangkan. Karena atlit yang berprestasi nanti, akan disiapkan untuk menghadapi kompetisi di Porprov pada 2018 atau 2019.  KONi membandingkan dengan acara Tour de Banyuwangi Ijen yang tiap tahun Pemkab Banyuwangi menganggarkan Rp  4 miliar lebih.

“(Anggaran itu) hanya untuk mengangkat prestasi 1 cabang olah raga bersepeda. Sedangkan Porkab ini dengan anggaran Rp 2 milyar, bisa untuk pembinaan sekaligus seleksi atlit berprestasi di 30 cabang olahraga di Banyuwangi,” bandingnya.

Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Joni Subagyo menyambut baik rencana Koni untuk segera menggelar Porkab tahun ini. Namun berdasarkan hasil paparan dari Ketua Komisi 3 yang membidangi anggaran serta Kepala BPKAD, ternyata postur anggaran perubahan APBD 2017 ini mengalami defisit sebesar Rp 98 miliar.

“Sehingga akan ada sejumlah kegiatan byang dipangkas eksekutif,” tuturnya.

Pun begitu Joni berjanji akan mengawal program KONI agar bisa terselenggara tahun ini atau tahun mendatang. Upaya yang akan dilakukannya, mencoba berkordinasi dengan Bupati Anas agar bisa mengambil kebijakan untuk mangakomodir kepentingan KONI tersebut. Jika terpaksa tidak bisa dianggarkan melalui APBD, DPRD akan mendorong Bupati untuk mengajak pengusaha di Banyuwangi turut berpartisipasi.

“Agar mau menyumbang anggaran untuk suksesnya penyelenggaraan Porkab tahun ini,” imbuhnya.

Kepala BPKAD Samsudin menambahkan, pengajuan anggaran KONI  dianggap terlambat yang seharusnya dimasukkan lebih awal sebelum proses pembahasan anggaran perubahan APBD 2017. Karena proses penganggaran tidak bisa mendadak, terlebih saat ini ada pemangkasan sejumlah kegiatan karena anggaran defisit. Namun demikian, keputusannya bergantung hasil pembahasan anggaran PAK APBD 2017 antara eksekutif dan legislatif.

“Jika kalau memang Porkab dianggap mendesak untuk dilakukan,” pungkasnya. (Fir/JN)

 

Tags: , ,
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan