Soal Operator Bandara Blimbingsari, Kemenhub atau AP II Pak Bupati?

Soal Operator Bandara Blimbingsari, Kemenhub atau AP II Pak Bupati?
Aktifitas di Bandara Blimbingsari. (Dok)
Spread the love

Banyuwangi-Siapa operator bandara Blimbingsari masih menjadi tanda tanya. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sepertinya masih gamang perihal pengelolaan bandara kebanggaan Banyuwangi, itu kepada siapa? Akankah tetap dikelola Kementrian Perhubungan (Kemenhub) atau Angkasa Pura II.

Meski sudah beredar kabar di sejumlah media bahwa Angkasa Pura II telah sudah pasti menjadi pengelola bandara Blimbingsari. Namun pernyataan bernada berseberangan disampaikan Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kemenhub, Agus Santoso, seusai rapat terbatas dengan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Sabtu (12/8/2017).

Menurutnya mengenai pengelolaan bandara Banyuwangi, pihaknya masih menunggu keputusan terakhir dari pusat. Karena, tergantung dengan kordinasi bersama Angkasa Pura II yang notabene juga akan berencana mengelola bandara Banyuwangi ini. Meski demikian, pihaknya  tetap akan melakukan pembenahan demi misi pengembangan bandara ini.

“Jadi gini, nanti kita tunggu kebijakan dari pusat apakan AP II jadi join sekarang. Tapi kalau nanti ada delay, maka target kami tetap support akan mensukseskan target Pak Bupati untuk 2018. Supaya bandara ini nanti dapat dilewati untuk pesawat jet Next Generation,” ungkap Agus, kepada sejumlah awak media di Pendopo Sabha Swagata.

Bahkan pihaknya, lanjut dia, akan segera melakukan percepatan infrastruktur bandara Blimbingsari. Hal ini menyusul adanya event International Conference World Bank di Bali 2018.

“Jadi 2018 nanti ada event internasional, jadi semua menteri keuangan seluruh dunia akan berkumpul di Bali. Nah, Bali itu kan kapasitas apron dan run way nya cukup terbatas. Jadi nanti di Bali hanya nge-drop penumpangnya kemudian around kembali ke Bali,” jelasnya, usai rapat terbatas bersama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, di pendopo Sabha Swagata, Sabtu (12/8/2017).

Penambahan infrastruktur itu, meliputi Pavement Classification Number atau PCN dan apron/taxiway. Untuk PCN numbernya nantinya akan ditingkatkan yang semula 30 menjadi 45. Sementara untuk apron juga akan ditambah atau diperlebar. Sehingga memungkinkan pesawat berbadan lebar dan besar dapat mendarat.

“Dan apronnya cukup untuk menampung,” katanya.

Selama ini, Bandara Banyuwangi ini sudah dapat digunakan untuk pesawat jenis 737-500. Kedepan, jika realisasi infrastrur itu selesai dikerjakan, maka pesawat jenis 737-800 atau 737-900 Next Generation dapat mendarat. Bahkan apron bisa menampung 9 pesawat sekaligus.

“Sementara ini panjang run way sudah cukup. Karena, saat ini bandara Blimbingsari memiliki panjang 2250 meter. Kalau mau full load tinggal menambah 400 meter lagi. Ini akan diterapkan untuk tahun depan. Jadi 2018, nanti PCN, Apron dan panjang landasan akan ditambah.”  imbuhnya.

Disisi lain, Direktur Utama Angkasa Pura (AP) II Muhamad Awaludin mantab mengatakan bila pengelolaan bandara Blimbingsari sudah ada kepastian. Pihaknya mengklaim bahwa mengantongi persetujuan dari Menteri Perhubungan tertanggal 8 Agustus 2017. Keputusan itu sendiri sudah disampaikan Awaludin ke Bupati Anas, hari ini bersamaan dengan Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub.

“Atas dasar itu menjadi pijakan hukum yang pertama dari rencana kita selanjutnya. Tadi saya juga sudah lapor ke Pak Bupati, apabila dimungkinkan kita akan segera menindaklanjuti surat Menhub berkaitan dengan persetujuan itu,” jelasnya, ditemui ditempat yang sama.

Dengan demikian, AP II akan segera menata perencanaan untuk mengambil langkah berikutnya. Meliputi, kerjasama dan pemanfaatan aset di bandara tersebut.

“Di sini ada dua tipe aset, yaitu aset pemerintah pusat yang menjadi barang milik negara seperti runway, apron, taxyway dan sebagian sarana dan prasarana. Sementara aset pemda punya tanah dan terminal nanti kerjasama pemanfaatan,” terangnya.

AP II juga akan segera memberikan sentuhan infrastruktur bangunan di bandara kebanggaan Banyuwangi ini. Misalnya, menaikan PCN, memperlebar apron, taxy way dan penambahan beberapa fasilitas lainnya.

“Sehingga kedepan setelah desain detail ingenering selesai akan kitadorong ke situ.  Maka prioritas nanti apron, taxy way dan remote parking akan kita bangun,” ucap Awaludin.

Sementara Bupati Abdullah Azwar Anas mengaku senang mendapat informasi baru dari Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso, ihwal progres pengembangan bandara di ujung timur Pulau Jawa ini. Terlebih, pembangunan bandara tersebut dapat dipercepat pada 2018 mendatang.

“Dan saya senang, karena hari ini mendapat kabar komitmen pemerintah pusat oleh Pak Dirjen. Dan Pak Dirjen punya komitmen untuk didarati NG. Pesawat NG ini 737-900 yang pesawat besar dan artinya ada percepatan dibanding perencanaan sebelumnya,” terang Bupati Anas.

Menurutnya itu ibarat gayung bersambut. Dan hal ini tak menuntup kemungkinan bakal segera terealisasinya penerbangan internasional ke Banyuwangi. Apalagi, kabarnya telah ada salah satu operator maskapai yang siap membuka rute ini.

Apakah ini signal yang diberikan Bupati Anas ke Kemenhub untuk tetap mengelola bandara Blimbingsari? Ataukah Bupati Anas akan ke lain ‘hati’? (Ito/JN)

Tags:
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan